’’Kami ingin memastikan setiap warga Kabupaten Mojokerto dapat mengakses pangan berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus mendorong ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat,’’ terang Kepala Dispari Kabupaten Mojokerto Mokhamad Riduwan.
Di sisi lain, dalam bidang konsumsi dan keamanan pangan, dispari mengambil peran dalam hal pembinaan. Selama satu tahun kepemimpinan Mubarok, pemberdayaan masyarakat dalam penganekaragaman konsumsi pangan kian dioptimalkan melalui kelompok wanita tani (KWT).
’’Kegiatan ini diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung diversifikasi pangan rumah tangga. Melalui pelatihan pengolahan pangan serta inovasi produk berbasis komoditas lokal,’’ ulasnya.
KWT didorong menjadi agen perubahan dalam mewujudkan konsumsi pangan yang lebih variatif dan bernilai tambah. Upaya ini sekaligus mendukung keberlanjutan program food estate atau peduli pangan agar hasil produksi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
’’Program penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal ini telah diikuti oleh perwakilan KWT dari kecamatan se-Kabupaten Mojokerto,’’ tambahnya.
Pembinaan lainnya, dispari juga getol melaksanakan kegiatan B2SA goes to school, yaitu menyasar siswa SD se-Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini digulirkan untuk mendukung upaya penumbuhan pola pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman kepada anak-anak.
’’Serta mendorong dan meningkatakan pengentahuan anak-anak dalam mengembangakan dan memopulerkan pola pangan berbasis sumberdaya lokal,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah