Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto Membangun Kemandirian Ekonomi Berbasis Masyarakat

Khudori Aliandu • Senin, 2 Maret 2026 | 20:04 WIB

 

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa memantau kegiatan GPM yang digeber Dispari Kabupaten Mojokerto.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa memantau kegiatan GPM yang digeber Dispari Kabupaten Mojokerto.
  

Selama satu tahun kepemimpinan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dan Wabup dr. M. Rizal Octavian (Mubarok), sektor pangan dan perikanan menunjukkan capaian signifikan dalam mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat. Melalui berbagai program unggulan, Pemkab Mojokerto memperluas jangkauan bantuan pangan dan budidaya kepada ribuan keluarga penerima manfaat (KPM). 

Kepala Dinas Pangan dan Perikanan (Dispari) Kabupaten Mojokerto Mokhamad Riduwan mengatakan, sepanjang 2025, produksi pangan maupun perikanan mencatat capaian menggembirakan. Sebab, ketersediaan dan distribusi pangan relatif terkendali.

’’Selama setahun pemerintahan Mubarok yang telah dikerjakan oleh dispari, utamanya membangun kemandirian ekonomi berbasis masyarakat melalui peduli pangan (food estate),’’ ujarnya. 

MENU BERAGAM: Istri Wabup, dr. Amelia Fitri Octavian, hadir dalam program B2SA Goes To School yang menyasar siswa SD.
MENU BERAGAM: Istri Wabup, dr. Amelia Fitri Octavian, hadir dalam program B2SA Goes To School yang menyasar siswa SD.

Riduwan menuturkan, gebrakan tersebut salah satunya meliputi program Lumbung Pangan Masyarakat. Di mana, program tersebut diaktifkan kembali selama kepemimpinan Gus Bupati. ’’Rincinya, sejumlah 48 unit telah dibangun oleh dan dana alokasi khusus (DAK). Di tahun yang sama, pembangunan lumbung pangan juga berlangsung di Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang,’’ katanya. 

Dia menambahkan, pada tahun tersebut pula, pemkab kian mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga serta kampanye stop boros pangan guna menekan food waste. Inisiatif pemanfaatan sisa makanan menjadi kompos dan maggot pakan ikan digencarkan sebagai solusi ekonomi dan lingkungan.

BERKELANJUTAN: Produksi benih ikan lele pada Unit Perbenihan  Rakyat (UPR) Dispari Kabupaten Mojokerto kian ditingkatkan.
BERKELANJUTAN: Produksi benih ikan lele pada Unit Perbenihan  Rakyat (UPR) Dispari Kabupaten Mojokerto kian ditingkatkan.

’’GPM yang digencarkan ini menggandeng pihak terkait seperti Bulog dan vendor-vendor besar sudah dilakukan selama 2025 sebanyak 16 kali tersebar di 18 kecamatan. Selain itu, kegiatan satgas ketahanan pangan juga telah dilakukan 8 kali dengan sasaran tingkat produsen dan konsumen di Kabupaten Mojokerto,’’ imbuhnya. 

Tak hanya itu, berbagai upaya juga telah membantu menstabilkan harga pangan dengan stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui SPHP. Di mana, harga sebagian beras per 30 Desember 2025 maupun sebagian komoditas pangan di Kabupaten Mojokerto distabilkan. ’’Selain itu, ada pula salur bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng yang dilakukan selama empat bulan di 18 kecamatan,’’ papar Riduwan. (oce/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Pemkab Mojokerto #inovasi opd #dispari kabupaten mojokerto #setahun kepemimpinan mubarok #kemandirian ekonomi