Berbagai program yang dilakukan dinas pertanian menjadikan produktivitas pertanian meningkat dan beras melimpah. Termasuk berhasil melahirkan inovasi pertanian komunal kolaborasi lintas generasi untuk menjadi model kemandirian ekonomi.
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono menyatakan komitmennya dalam mengawal visi misi kepala daerah lima tahun ke depan. Salah satunya melalui pertanian komunal bersama milenial Kabupaten Mojokerto yang merupakan implementasi misi ke tiga dari Catur Abhipraya Mubarok.
”Dalam mendorong program pertanian komunal bersama milenial, Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto sebagai kepanjangan tangan pemerintah secara konsisten melaksanakan pelatihan teknis dan bantuan ternak kambing perah 33 ekor,” ungkapnya.
Selain itu, disperta juga menyalurkan peralatan mesin pertanian. Meliputi, bantuan dua unit frezzer dan satu unit mesin pengolahan kompos yang diserahkan kepada kelompok tani Mandiri Jaya Makmur, Dusun Kemloko, Desa/Kecamatan Trawas, oleh Gus Bupati dan dr. Rizal secara langsung.
”Prinsip dari tujuan kegiatan tersebut dapat meningkatkan produksi susu kambing sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” tegas eks kepala dinas pendidikan ini.
Bantuan Modernisasi Alsintan
Disperta juga menyalurkan berbagai bantuan modernisasi alat mesin pertanian (alsintan) dalam meningkatan produktivitas. Di antaranya drone sprayer kepada kelompok tani (poktan) di Balai Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar.
Drone sprayer berbasis digital ini sangat cocok bagi petani milenial lantaran dinilai lebih eketif dan modern. Untuk penyemprotan insektisida dan pupuk cair di lahan 1 hektare hanya butuh waktu 10-15 menit.
’’Jadi, sangat efektif dan efisien untuk usaha tani. Penyemprotan tanaman bisa lebih cepat, merata, dan tepat sasaran. Ini sekaligus mendorong modernisasi dan meningkatkan daya saing sektor pertanian,” paparnya.
Praktis, petani bisa menekan biaya operasional. Baik penggunaan tenaga kerja maupun bahan semprot yang lebih terkontrol. Kapasitas keterampilan kelompok tani dalam penguasaan teknologi pertanian modern juga meningkat. ”Dan kalau produktivitas dan kualitas hasil pertanian meningkat, akan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani,” tegasnya.
Bantuan modernisasi pertanian ini disalurkan kepada 4 kelompok tani. Meliputi, poktan Tani Mulyo, Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar; poktan Tani Jaya, Desa Madureso, Kecamatan Dawarblandong; poktan Tani Mulyo, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong; dan poktan Sejahtera III, Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan. Selain itu, sejumlah traktor roda 4, traktor tangan, mesin perajang, genset, serta alat widik sebelumnya juga turut disalurkan kepada poktan di sejumlah wilayah.
Kabupaten Mojokerto Surplus Pangan
Ludfi menegaskan, berbagai bantuan yang disalurkan kepada para poktan ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Mojokerto dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
’’Wujud komitmen daerah menuju swasembada pangan nasional, sebagaimana Asta Cita Bapak Presiden Prabowo. Termasuk meningkatkan kesejahteraan petani, sebagaimana visi dan misi Bapak Bupati dan Wakil Bupati,’’ terangnya.
Dengan demikian, pada 2025 produktivitas gabah kering panen (GKP) berhasil mencapai 327.763 ton atau sebanyak 174.737,15 ton jika dikonversi menjadi beras. ”Jadi, jika estimasi kebutuhan beras per kapita per tahun di Kabupaten Mojokerto sebesar 120.000-an ton, maka tahun 2025 Kabupaten Mojokerto mengalami surplus beras sebesar 54.000-an ton,” jelasnya.
Tingginya produktivitas pertanian padi tersebut hasil dari luas tanam 60.597 hektare. Luas tanam terbesar ada di Kecamatan Pungging, mencapai 5.715 hektare dengan luas panen 57.321 hektare. ”Sebaliknya untuk luas panen terbesar di Kecamatan Pacet, mencapai 5.701 hektare dengan hasil GKP sebanyak 35.431,7 ton,” pungkas Ludfi (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah