MOTIVASI: Bupati Muhammad Albarraa menyalurkan BLT DBHCHT kepada perempuan usia produktif.
TEPAT SASARAN: Bupati Muhammad Albarraa didampingi Kepala Dinsos Try Raharjo Murdianto memantau penyaluran BLT DBHCHT kepada buruh pabrik rokok.
BERI MOTIVASI: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa memotivasi siswa sekolah rakyat yang menempati gedung diklat di Kecamatan Gedeg.
KABUPATEN - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto mempunyai peran strategis dalam mengentas kemiskinan dan mengangkat kesejahteraan masyarakat. Selama satu tahun kepemimpinan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dan Wabup dr. Muhammad Rizal Octavian, berbagai program berdampak pun telah dilaksanakan. Mulai dari penyaluran bantuan sosial tepat sasaran hingga permodalan untuk kemandirian ekonomi keluarga.
Kepala Dinsos Kabupaten Mojokerto Try Raharjo Murdianto mengatakan, dinsos menjadi salah satu organisasi perangkat daeeah (OPD) strategis dalam suksesi visi misi kepala daerah yang terangkum dalam Catur Abhipraya Mubarok. Salah satunya kaitannya dengan pengentasan kemisikinan di bumi Majapahit.
Dengan demikian, selama satu tahun kepemimpinannya, Gus Bupati langsung menetapkan Peraturan Bupati (Perbup) Mojokerto Nomor 26 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian Bantuan Langsung Tunai yang Bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). ’’Perbup ini menjadi bukti konkret Bapak Bupati dalam mendukung pengentasan kemiskinan di Kabupaten Mojokerto,’’ ungkapnya.
Dengan regulasi ini pula, pemkab melalui dinsos turut terlibat melakukan pemberdayaan masyarakat. Sebab, bantuan langsung tunai (BLT) DBHCHT yang disalurkan tidak sekadar menyasar para penyandang disabilitas dan lanjut usia, melainkan juga bagi perempuan usia produktif yang memiliki usaha mikro. ’’Melalui BLT DBHCHT, diharapkan pemberdayaan perempuan ini untuk pengembangan usaha, sehingga bisa meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga,’’ jelasnya.
Menurutnya, penyaluran BLT DBHCHT kepada kategori masyarakat miskin dan rentan ini juga bentuk implementasi dinsos dalam mendukung program unggulan Gus Bupati-Dokter Rizal, kaitannya dengan peduli pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) dan perempuan berkarya. Hal itu, selaras dengan misi ke 3 Gus Bupati-Dokter Rizal, yaitu membangun kemandirian ekonomi pada semua tingkatan.
’’Kita juga punya program milinial kreatif. Implementasinya dengan memberi alat usaha ekonomi produktif kepada karang taruna. Seperti mesin espresso dan mesin roasting biji kopi yang sudah pernah kita salurkan kepada Karang Taruna Trisula, Desa Padangasri,’’ paparnya.
Sebagaimana tujuan karang taruna, terang Try Raharjo, dinsos melakukan pendampingan dan pembinaan untuk menggali potensi para generasi muda agar menjadi fasilitator bagi bakat dan minat para pemuda. Termasuk penggerak ekonomi kreatif di tengah masyarakat. ’’Jadi, karang taruna kita ajak bersama pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,’’ tegasnya.
Sebagai wujud peduli PPKS, dinsos juga memberikan bantuan alat bantu kursi roda kepada para penyandang disabilitas dan rentan. Termasuk bansos kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) secara rutin. ’’Sebagaimana arahan pimpinan, kami (dinas sosial) juga berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan tidak boleh sampai ada kasus penelantaran. Dan mengupayakan bansos tepat sasaran melalui verifikasi dan validasi secara ketat,’’ bebernya. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah