Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kerusakan Jalan Provinsi di Mojokerto Sekadar Ditambal Sulam

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 24 Februari 2026 | 09:45 WIB

 

SASARAN PERBAIKAN: Ruas jalan provinsi di wilayah utara Sungai Brantas, Kabupaten Mojokerto, yang mengalami kerusakan, kemarin (23/2).
SASARAN PERBAIKAN: Ruas jalan provinsi di wilayah utara Sungai Brantas, Kabupaten Mojokerto, yang mengalami kerusakan, kemarin (23/2).
 

Antisipasi Lonjakan Selama Arus Mudik Lebaran 

KABUPATEN – Ruas jalan provinsi sepanjang 73,68 kilometer (km) di Mojokerto menjadi sasaran tambal sulam. Penanganan darurat terhadap jalan yang rusak itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026. 

PPK Wilayah I Mojokerto UPT Pengelola Jalan dan Jembatan (PJJ) Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim Tri Cahyo Utomo mengatakan, pekerjaan tambal sulam mulai dikebut. Pemeliharan jalan saat ini berlangsung di sejumlah titik.

”Sekarang ada tambal sulam di wilayah Betro (Kecamatan Kemlagi) perbatasan Jombang dan Desa Pandanarum (Kecamatan Pacet) yang dari arah Mojosari ke arah Pacet,” jelasnya, kemarin (23/2). 

Menurut Utomo, kegiatan tambal sulam jalan bakal menyasar seluruh ruas. Dia mengatakan, jalan di wilayah Mojokerto yang menjadi kewenangan Pemprov Jatim sepanjang 73,68 km. Jalan provinsi tersebut seluruhnya berada di Kabupaten Mojokerto. Meliputi, batas Sidoarjo-Mojosari dan Sidoarjo-Mojokerto, Jalan Airlangga, Jalan Pemuda, serta Jalan Hasanudin di Mojosari. 

Kemudian, jalan Mojosari-Pandanarum-Pacet sampai batas Kota Batu yang juga menjadi kewenangan pemprov. Lalu, jalan di wilayah utara Sungai Brantas, yakni ruas dari perbatas Wringinanom Gresik-Jetis-Kemlagi perbatasan Jombang, serta Gedeg-perbatasan Lamongan. ”Semua ruas itu akan kita sisir selama musim penghujan ini,” tuturnya. 

Utomo menyatakan, perbaikan jalan dengan skema tambal sulam aspal dilakukan secara darurat. Langkah ini untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat musim penghujan. Selain itu, pemeliharaan rutin ini juga untuk meningkatkan kondisi jalan dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama momen mudik Lebaran. (adi/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#jalan provinsi rusak #jalan mojokerto #tambal sulam #jalan provinsi di mojokerto rusak #kerusakan jalan provinsi