RUPS Bank Majatama Mengubah Nomenklatur, Tingkatkan Setoran PAD Atas Laba
Khudori Aliandu• Selasa, 24 Februari 2026 | 05:55 WIB
PERBANKAN DAERAH: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa bersama jajaran direksi BPR Majatama. ’’Sehingga keberadaan BPR Majatama benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Mojokerto dan mendukung tercapainya visi misi, terwujudnya Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur.’’
Muhammad Albarraa
Bupati Mojokerto
KABUPATEN - PT BPR Majatama Perseroda menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Kamis (12/2), dengan agenda pertanggungjawaban laporan keuangan tahun buku 2025. Dalam momentum ini, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) andalan Pemkab Mojokerto tersebut turut melakukan perubahan nomenklatur nama bank, dari PT Bank Perkreditan Rakyat Majatama (Perseroda) menjadi PT Bank Perekonomian Rakyat Majatama Perseroda.
Dalam agenda pertama RUPS pertanggungjawaban laporan keuangan BPR tahun buku 2025, Bupati Majokerto Muhammad Albarraa menerima dan mengesahkan laporan dari direksi dan komisaris PT BPR Majatama Perseoda. Termasuk menyepakati jika tahun 2026 Bank Majatama akan menyetor deviden atau PAD (pendapatan asli daerah) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto sebesar Rp 4.685.003.756. Nilai tersebut meningkat sebesar Rp 279.157.556 dibandingkan PAD yang disetorkan Bank Majatama tahun 2025 lalu.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa.
Pada agenda kedua RUPS, Gus Bupati juga menyetujui perubahan nomenklatur nama BPR yang sebelumnya PT Bank Perkreditan Rakyat Majatama (Perseroda) menjadi PT Bank Perekonomian Rakyat Majatama Perseroda. Dalam arahannya, Gus Bupati memberikan apresiasi terhadap hasil-hasil yang dicapai oleh PT BPR Majatama Perseroda sepanjang 2025. Terutama meningkatnya kontribusi PAD yang akan disetorkan Bank Majatama kepada Pemkab Mojokerto.
’’PAD tersebut tentu sangat diperlukan untuk pembangunan daerah, seiring adanya kebijakan pengurangan transfer keuangan daerah dari APBN,’’ ungkapnya. Atas perubahan nomenklatur BPR dari sebelumnya bank perkreditan menjadi bank perekonomian, Gus Bupati berharap, melalui perubahan ini, BPR dituntut tidak hanya fokus pada perkreditan semata, melainkan lebih luas ke arah peningkatan perekonomian, khususnya di Kabupaten Mojokerto. Sebagaimana amanat didirikannya BPR sebagai BUMD.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa saat mengikuti RUPS BPR Majatama, Kamis (12/2) lalu.
Gus Bupati juga meminta kepada jajaran pengurus Bank Majatama untuk terus menunjukkan eksistensinya dalam mengelola BUMD Perbankan Kabupaten Mojokerto dengan memperbanyak inovasi dan kreativitas dalam pelayanan keuangan dari produk-produk yang dimiliki BPR.
’’Sehingga keberadaan BPR Majatama benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Mojokerto dan mendukung tercapainya visi misi, terwujudnya Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur,’’ tandas Gus Bupati. Kinerja BPR Majatama Perseroda selama sepuluh tahun terakhir ditunjukkan dengan pencapaian sehat (selengkapnya lihat grafis).(ori/ris)
KINERJA KEUANGAN DALAM 10 TAHUN TERAKHIR
TAHUN ASSET LABA BERSIH
2016 Rp 671.236.000 Rp 752.550.000
2017 Rp 874.219.000 Rp 1.637.291.000
2018 Rp 293.231.000 Rp 1.776.241.000
2019 Rp 463.825.000 Rp 2.073.474.000
2020 Rp 106.645.913.000 Rp 2.899.305.000
2021 Rp 140.614.975.000 Rp 3.365.738.000
2022 Rp 190.766.436.000 Rp 6.011.575.000
2023 Rp 215.207.299.000 Rp 7.384.126.000
2024 Rp 234.893.193.000 Rp 8.017.656.000
2025 Rp 251.522.277.000 Rp 8.525.660.000
% KENAIKAN 10 Tahun 396,38% 1032,90%
Dalam 10 tahun terakhir kinerja PT BPR Majatama Perseroda terus meningkat dibuktikan dengan kenaikan aset sebesar 396,38% dan laba bersih 1032,90%.
PAD DIBANDING SETORAN MODAL 10 TAHUN TERAKHIR (DALAM RIBUAN)