GENAP satu tahun Pemkab Mojokerto di bawah kepemimpinan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dan Wakil Bupati dr. Muhammad Rizal Oktavian mencatat berbagai capaian pembangunan dan peningkatan layanan publik sepanjang 2025. Pembangunan tersebut dilakukan secara menyeluruh, termasuk di bidang pendidikan.
Sejak dilantik memimpin bumi Majapahit, pasangan Mubarok tersebut menegaskan komitmennya mewujudkan sumber daya manusia (SDM) tangguh, cerdas, terampil, produktif, dan berkarakter. Melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto, komitmen tersebut diimplementasikan dalam berbagai program prioritas.
”Karena investasi di bidang pendidikan merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi penerus yang unggul dan berdaya saing. Sehingga pemda punya beragam terobosan untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar.
Salah satunya melalui penguatan budaya lokal bagi generasi muda. Yaitu, dengan dilahirkannya muatan lokal sejarah Majapahit yang mengangkat kearifan lokal Majapahit pada kurikulum bahasa Jawa SMP. ”Muatan lokal itu dituangkan pada buku Satata Basa Jawa. Kearifan lokal ini mencakup sejarah dan peninggalan Majapahit, seperti candi di Mojokerto, serta pengetahuan terkait bidang olahraga dan seni, seperti tari tradisional atau tradisi bantengan yang lahir di Mojokerto," imbuhnya.
Tak sekadar muatan lokal, dispendik juga mendukung visi misi kepemimpinan Mubarok dengan menyelenggarakan festival dan lomba seni untuk siswa SD dan SMP. Cabang seni ini meliputi, tari kreasi, musik tradisi, menyanyi, banjari, pantomim, menulis cerita, mendongeng, menggambar, serta kriya anyam. ”Cabang seni ini mengangkat kearifan lokal Majapahit,” ulas Amsar.
Di sektor pengentasan kemiskinan, dispendik menelurkan program Bosda. Yaitu, pemberian bantuan seragam sekolah kepada murid SD dan SMP baik negeri dan swasta. ”Adapun jumlah sasaran murid SD sebanyak 10.469 dan di SMP sebanyak 11.253 murid yang telah menerima bantuan tersebut pada 2025 lalu,” ungkap dia.
Sebelum ada progam Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah di Kabupaten Mojokerto juga terlebih dahulu melaksanakan program Isi Piringku yang dilaksanakan setiap Jumat. Namun, setelah ada program MBG, program Isi Piringku sudah dikolaborasikan dengan program MBG. ”Kami juga berkolaborasi dengan dinas kesehatan (dinkes) dalam program pengentasan stunting, yakni melalui program minum susu setiap Jumat (Suju), di mana penerima sasarannya adalah SD dan SMP, negeri maupun swasta,” terangnya.
Selain di bidang SDM, dispendik juga meningkatkan kualitas sarana dan prasarana (sarpras) sekolah. Buktinya, ratusan lembaga pendidikan jenjang TK hingga SMP berhasil disentuh perbaikan dan pembangunan. ”Sepanjang 2025 kemarin, ada 105 pembangunan rehabilitasi sekolah negeri yang tuntas dilaksanakan. Sementara di sekolah swasta, ada 43 lembaga yang sudah direnovasi maupun dibangun,” paparnya.
Menurut Amsar, peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan menjadi salah satu perhatian besar dari kepemimpinan Gus Bupati. Hal itu, mengingat gedung sekolah maupun fasilitas penunjangnya menjadi salah satu kebutuhan mendasar kegiatan pembelajaran. ”Pemkab Mojokerto menempatkan pembangunan fasilitas pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak generasi tangguh, cerdas, terampil, produktif dan berkarakter," pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah