KOTA – Longsornya tanggul di area wisata susur Sungai Ngotok Taman Bahari Mojopahit (TBM), Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, belum tertangani. Hingga kini pemkot masih berencana mengajukan usulan perbaikan tanggul ke BBWS Brantas selaku pengelola aliran sungai.
Kepala Disporapar Kota Mojokerto Ani Wijaya mengatakan, tanggul Sungai Ngotok di bawah Jembatan Rejoto yang tergerus telah dilaporkan ke Kementerian Pekerjaan Umum. Hasilnya, pemkot akan mengajukan permohonan penanganan longsor ke BBWS Brantas. ”Diminta mengajukan,” ujarnya, kemarin (22/2).
Longsor yang mengancam wisata susur sungai tersebut setidaknya muncul sejak pertengahan Januari lalu. Tanggul yang memiliki tinggi kira-kira satu meter di sebelah barat Jembatan Rejoto ambrol sepanjang kurang lebih lima meter. Ketebalan tanah yang longsor mencapai sekitar satu meter ke arah selatan.
Longsor ini menyebabkan pagar pembatas antara sungai dan bantaran ambruk. Area longsor tersebut juga menjadi tempat perahu susur sungai ditambatkan. Munculnya longsor bisa membahayakan wisatawan juga mengancam sarana dan prasarana wisata.
Pasalnya, titik gerusan berada di dekat dermaga yang menjadi tempat naik dan turun penumpang perahu. Ambrolnya tanggul bukan tidak mungkin bakal semakin meluas, mengingat debit air yang sewaktu-waktu meningkat saat hujan deras.
Area longsor ini berada di jalur wisata susur Sungai Ngotok yang mulai dibuka untuk uji coba sejak Sabtu (10/1) lalu hingga Maret nanti. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, paket wisata ini menjadi bagian dari pengembangan TBM sebagai kawasan destinasi wisata di Kota Mojokerto.
’’Kita akan uji cobakan hari ini karena kita sudah mempersiapkan kelayakan untuk operasional, mulai dari operator yang telah bersertifikat, izin operasional, hingga sarana dan prasarana yang sudah memadai,’’ terangnya saat peluncuran wisata dikutip dari laman resmi pemkot. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah