Jembatani Sektor Pendidikan hingga Perekonomian Masyarakat
GONDANG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan proyek Jembatan Bubak, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Kamis (19/2) malam. Selain menjadi penghubung antardesa, keberadaan akses strategis yang sebelumnya terputus akibat banjir pada 2024 ini kembali difungsikan untuk menjembatani sektor pendidikan hingga perekonomian masyarakat.
Khofifah mengungkapkan, proyek pembangunan Jembatan Bubak di Kecamatan Gondang diresmikan setelah seluruh pekerjaan dipastikan tuntas 100 persen di akhir 2025 lalu. Menurutnya, jembatan tersebut kini telah kembali menjadi akses vital masyarakat yang menghubungkan Desa Gondang dan Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang.
”Jembatan ini membangun harapan baru, tidak hanya bagi dua desa yang terkoneksi, tapi rupanya juga disambut dari pelaku-pelaku UMKM dari berbagai tempat yang lain,” ungkapnya ditemui usai peresmian.
Khofifah menegaskan, Jembatan Bubak tak sekadar menjadi sarana penunjang mobilitas masyarakat. Tetapi, keberadaannya juga mampu menjadi penopang untuk meningkatkan sektor-sektor strategis lainnya.
”Karena kalau ada jembatan itu kan juga menjembatani budaya, menjembatani pendidikan, menjembatani sosial, menjembatani ekonomi, serta mobilitas barang dan jasa,” tandas dia.
Khofifah memaparkan, pembangunan Jembatan Bubak merupakan salah satu usulan yang diajukan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa. Sehingga di tahun 2025, pemprov melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jatim merealisasikan pembangunan melalui support APBD 2025 sebesar Rp 13,2 miliar.
Karena itu, Khofifah berpesan agar masyarakat turut menjaga Jembatan Bubak agar bisa termanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan. ”Setelah selesai terbangun, jembatan ini adalah milik kita bersama. Kita ingin semuanya aman, nyaman, dan bisa dimanfaatkan masyarakat lebih lama kalau kita semua menjaganya,” tutur Khofifah.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyampaikan apresiasi atas atensi dari Pemprov Jatim yang telah merealisasikan pembangunan Jembatan Bubak. Terlebih, jembatan yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh warga terputus total sejak tahun 2024 akibat diterjang arus banjir. ”Jembatan yang dinanti-nanti oleh masyarakat, khususnya di Desa Gondang dan Desa Kebontunggul akhirnya kini bisa diresmikan,” tegasnya.
Bahkan, ungkap Gus Bupati, sapaan Muhammad Albarraa, Jembatan Bubak telah disambut dengan animo tinggi masyarakat sejak rampung dibangun akhir 2025 lalu. Tak hanya dimanfaatkan sebagai sarana mobilitas warga, tapi keberadaannya juga menciptakan aktivitas perekonomian masyarakat. ”Ternyata fungsi jembatan ini tidak hanya sebagai penghubung konektivitas antardesa, tapi juga menjadi ikon baru UMKM di Kecamatan Gondang,” ulas bupati.
Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim Edy Tambeng Widjaja menambahkan, pelaksanaan proyek Jembatan Bubak digulirkan sejak Juli-Desember 2025. Jembatan dibangun dengan konstruksi rangka baja ini memiliki panjang bentangan 60 meter dan lebar 7 meter termasuk untuk trotoar di kedua sisinya.
Dengan nilai kontrak Rp 13,2 miliar, jembatan ini mampu menahan beban kendaraan 10 ton per muatan sumbu terberat (MST). ”Jembatan Bubak memang ikonik karena kami lengkapi penataan lampu pada rangkanya. Jadi, selain difungsikan sebagai jembatan, juga digunakan sebagai pariwisata masyarakat, tapi kami minta fungsi jembatan tetap harus dilaksanakan,” imbuh dia. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah