Terbagi dalam Sembilan Paket, Tersebar di Beberapa Kecamatan
KABUPATEN - Pemkab Mojokerto terus menunjukkan komitmen dalam mendukung program swasembada pangan pemerintah pusat. Salah satu bukti nyatanya diimplementasikan melalui pekerjaan sembilan proyek rehabilitasi bendung dan peningkatan jaringan irigasi pertanian dengan total pagu Rp 5,692 miliar.
Kabid SDA Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman mengatakan, rehabilitasi bendung dan peningkatan jaringan irigasi pertanian tetap menjadi prioritas pembangunan pemda tahun ini. Hanya saja, di tengah pemangkasan transfer pusat ke daerah (TKD) menjadikan paket proyek di tahun berjalan nilai pagunya tidak sebesar tahun lalu. ”Tahun ini untuk paket proyek rehabilitasi bendung dan peningkatan jaringan irigasi pertanian ada sembilan paket dengan nilai pagu Rp 5,692 miliar,” ungkapnya, kemarin.
Proyek paling besar ada pada peningkatan Bendung Wonokerto tahap dua di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo. Dengan nilai pagu Rp 2,2 miliar, proyek lanjutan ini difokuskan pada konstruksi sayap kanan dan kiri. ”Proyek tahap dua ini menjadi penguat konstruksi pertama, termasuk tanggul di sekitar sungai sumber kembar ini,” tambahnya.
Selanjutnya ada proyek rehabilitasi Bendung Urung-Urung dua di Kecamatan Trawas senilai Rp 678 juta. Lalu, rehabilitasi bendung Jatidukuh, Kecamatan Gondang Rp 655 juta, dan peningkatan Bendung Losari dua di Kecamatan Puri senilai Rp 513 juta.
Sedangkan peningkatan jaringan irigasi Sumber Punggul, Kecamatan Kutorejo, dan peningkatan jaringan irigasi Cakarayam dua di Kecamatan Jatirejo masing-masing dengan pagu Rp 426 juta. Rehabilitasi jaringan irigasi pertanian juga menyasar di D.I Turi, Kecamatan Kutorejo senilai Rp 307 juta.
Termasuk peningkatan jaringan irigasi Desa Pakuwon, Kecamatan Bangsal, dan rehabilitasi pintu air D.I Tambaksari, Kecamatan Puri, dengan nilai pagu masing-masing Rp 241 juta dan Rp 191 juta. ”Jadi, di tahun ini dari sembilan proyek, untuk rehabilitasi dan peningkatan bendung ada lima paket, sementara peningkatan jaringan irigasi ada empat paket,” paparnya.
Dia menegaskan, paket proyek yang tengah digeber ini ditargetkan bakal disorong ke meja lelang setelah Lebaran. Sebab, saat ini sejumlah paket itu masuk tahap review inspektorat. Perbaikan bendung dan saluran irigasi ini tak lain menjadi komitmen pemerintah menyediakan infrastruktur pertanian yang mewadahi. Sehingga ke depan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas. ”Tujuan proyek ini sama dengan tahun lalu, ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah mendukung program swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah