Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sepekan Belajar Pengelolaan Sampah di Jepang, Begini Penuturan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 14 Februari 2026 | 06:10 WIB
Potongan video yang beredar di media sosial menunjukkan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari tengah berada di Negeri Sakura, Jepang.
Potongan video yang beredar di media sosial menunjukkan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari tengah berada di Negeri Sakura, Jepang.

KOTA - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengaku mendapat ilmu banyak terkait pengelolaan sampah selama sekitar satu pekan berada di Jepang. Dalam kesempatan itu, Ning Ita menyebut kota yang dipimpinnya berhasil menurunkan timbulan sampah hingga 46,53 persen berkat kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan swasta. 

Wali kota hadir dalam workshop pengelolaan sampah itu atas undangan dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI). Kegiatan berlangsung selama lima hari, pada 26-30 Januari 2026.

Penelusuran Jawa Pos Radar Mojokerto, wali kota melawat ke Negeri Sakura bersama sejumlah pejabat pemkot lain, seperti Kepala Diskominfo Citra Mayangsari, Kepala DPMPTSP Fibriyanti, Kabag Umum Sekretariat Daerah Novia Kumala Dewi, dan Kabag Organisasi Sekretariat Daerah Febriananda Tejo Pratiwi. 

”Program ini memberikan banyak pembelajaran penting bagi kami dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Tidak hanya dari sisi teknis dan regulasi, tetapi juga bagaimana membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat,” kata Ning Ita sebagaimana dikutip laman resmi pemkot, Jumat (30/1). 

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, Ning Ita memaparkan sejumlah praktik pengelolaan sampah yang telah dijalankan. Seperti kolaborasi TPS3R di Kelurahan Magersari bersama Rekosistem dan mitra Jepang yang membuat Kota Mojokerto berhasil menurunkan timbulan sampah hingga 46,53 persen pada tahun 2025 melalui daur ulang, pengomposan, serta pengurangan sampah dari sumbernya. 

Hasil itu, menurutnya, tak lepas dari dari kemitraan yang telah dibangun bersama Rekosistem serta berbagai mitra sektor swasta Jepang, seperti Ajinomoto, Yakult, Unicharm, Panasonic, dan Marubeni. ”Pengakuan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan menjadi dorongan bagi kami untuk terus melanjutkan dan mengembangkan berbagai upaya yang telah dirintis di Kota Mojokerto.” tuturnya. 

Ning Ita menambahkan, pemkot juga mengimplementasikan Program Ibu Meguru yang memberdayakan ibu rumah tangga sebagai pelaku utama pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. ”Program ini didukung dengan kantong sampah khusus serta sistem insentif, dan terbukti efektif meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku,” terangnya.

Selain itu ada pula kegiatan SPOGOMI, kegiatan yang menggabungkan olahraga dengan aksi pengumpulan sampah. Dan kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan kesadaran publik melalui pendekatan yang menyenangkan dan inklusif. (adi/ris)

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#sampah kota mojokerto #wali kota mojokerto #tpa randegan kota mojokerto