Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Air Sekitar TPA Randegan Kota Mojokerto Tak Layak Dipakai Mandi, Begini Penuturan Warga Perumahan yang Mepet TPA

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 14 Februari 2026 | 05:55 WIB

 

TERGANGGU: Anik Fitri Handayani, warga Perum Hanaland, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, menyampaikan keluhan dampak pengelolaan sampah kepada Komisi I DPRD Kota Mojokerto.
TERGANGGU: Anik Fitri Handayani, warga Perum Hanaland, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, menyampaikan keluhan dampak pengelolaan sampah kepada Komisi I DPRD Kota Mojokerto.

’’Ini kalau waktu kering, saat sampahnya diolah, itu baunya luar biasa. Pertama dari sampah, kedua dari pabrik, jadi dari kanan-kiri. Baunya sampai tercium pas tidur, sangat menyengat kecut-kecut bagaimana begitu, seperti BAB kalau diare,’’ 

Anik, Warga Perumahan The Suam Residence

KOTA - Dugaan pencemaran air tanah akibat sampah TPA Randegan dinilai parah. Alih-alih untuk dikonsumsi, air hasil pengeboran di sekitar TPA dianggap tak layak untuk keperluan mandi dan mencuci. 

’’Jangankan untuk minum ya, untuk keperluan seperti mencuci dan mandi itu saja sudah kita ragukan,’’ tutur anggota Komisi I DPRD Kota Mojokerto Ditha Roosita Ayu Lestari saat sidak ke TPA, Kamis (12/2).

Selain memeriksa lahan yang disebut warga telah dipergunakan sepihak oleh pemkot untuk TPA, rombongan wakil rakyat juga mendatangi rumah warga untuk mendengar keluhan. 

Seperti pasangan Saiful dan Anik yang mengeluhkan bau busuk sampah TPA. Pemilik rumah di ujung barat TPA itu menilai polusi udara yang ditimbulkan seperti aroma BAB.

’’Ini kalau waktu kering, saat sampahnya diolah, itu baunya luar biasa. Pertama dari sampah, kedua dari pabrik, jadi dari kanan-kiri. Baunya sampai tercium pas tidur, sangat menyengat kecut-kecut bagaimana begitu, seperti BAB kalau diare,’’ ungkap Anik. 

Selain bau yang mengganggu, dirinya juga mengeluhkan tumpukan sampah TPA yang terkesan mengarah ke barat. Artinya, gunungan sampah semakin mendekati permukiman warga, khususnya di Perumahan The Suam Residence. ’’Kok kayak tambah ke sini (mendekati rumahnya, Red) terus, kok kayak gunung ya,’’ imbuhnya. 

Di sisi lain, pasokan air keluarga Anik tak terpengaruh sampah. Sebab, dirinya dan sebagian besar warga perumahan menggunakan air dari PDAM. Hal ini berbeda dengan warga yang memanfaatkan air tanah dengan cara membuat sumur bor. 

Ditha Roosita meminta pemkot mengoptimalkan pengelolaan sampah di TPA guna menekan dampak negatif terhadap masyarakat. ’’Kalau kurang optimal dan hanya bisa menumpuk terus setiap hari ya bahaya banget untuk jangka panjang kesehatan masyarakat sekitar sini,’’ tandas politikus Partai Golkar tersebut. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#lahan warga diserobot tpa #dprd kota mojokerto #Pemkot Mojokerto #penyerobotan lahan warga #tpa randegan kota mojokerto #tpa serobot lahan warga