LP2KP Pertanyakan Nilai Anggaran Pemeliharaan
KOTA – Paving Jalan Ir. Soekarno di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM), Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, dibongkar lagi. Ruas jalan di sekitar Jembatan Rejoto tersebut kembali diperbaiki setelah pekerjaan serupa baru dilakukan dua bulan lalu.
Perbaikan paving jalan TBM yang dibangun pada 2023 itu seperti yang terpantau pada Jumat (6/2) lalu. Sejumlah pekerja tampak membongkar paving yang mengalami renggang. Paving-paving tersebut kemudian ditata ulang lebih rapat dengan tambahan pasir.
Hingga Minggu (8/2), pekerjaan perbaikan jalan ini masih berlangsung. Papan petunjuk berikut bekas pasir untuk perataan paving masih terlihat jelas. ”Kayaknya yang dibongkar pasang yang geser-geser dan bergelombang,” kata Gufron, seorang pengguna jalan.
Pekerjaan pemeliharaan jalan ini seperti yang berlangsung pada awal Desember 2025. Kala itu sejumlah pekerja dari DPUPR Perakim Kota Mojokerto juga membongkar pasang paving yang rusak. Namun, perbaikan tersebut tak bertahan lama, karena sejak awal tahun ini sudah kembali muncul renggangan.
Pemeliharaan berulang-ulang di ruas jalan yang menjadi akses menuju kompleks bakal wisata TBM itu mendapat sorotan dari Pembina Lembaga Pemantauan Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Mojokerto Rif’an Hanum.
Menurutnya, pekerjaan ini berpotensi menjadi pemborosan anggaran alih-alih masalah teknis. ”Berapa biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan terus-menerus ini,” lontarnya, Minggu (8/2).
Rif’an mendorong aparat penegak hukum turun tangan. Pasalnya, persoalan jalan yang kerap mengalami kerusakan dinilainya sebagai bentuk kesalahan perencanaan dan pelaksanaan.
”Ini bukan soal rusak saja, tapi bagaimana perencanaan dan penggunaan anggaran, di sinilah peran APH dibutuhkan, minimal memanggil pihak terkait untuk klarifikasi,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, selain kerap mengalami renggang dan bergelombang, kualitas Jalan Ir. Soekarno juga diduga tak memenuhi standar. Hasil tes ketahanan tanah (CBR) pada sebagian ruas tersebut di bawah standar angka 60 persen. Hal ini sebagaimana diungkap seorang pejabat pemkot.
Sementara itu, Kepala DPUPR Perakim Kota Mojokerto Endah Supriyani dan Kabid Bina Marga Adhi Yudha Perwita tak merespons konfirmasi terkait perbaikan jalan di TBM tersebut. Sebelumnya, pihak DPUPR Perakim berkali-kali menyatakan munculnya celah lebar antarpaving disebut karena faktor beban kendaraan dan curah hujan.
Proses pembangunan jalan di tepi Sungai Ngotok itu juga telah dilakukan secara maksimal, termasuk saat proses perkerasan tanah. Adapun soal penggunaan material paving alih-alih aspal untuk Jalan Ir. Soekarno, mereka mengklaim hal itu sesuai dengan rekomendasi BBWS Brantas selaku pemilik aset. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah