Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sempat Dibersihkan Wali Kota Mojokerto Ning Ita, Kini Dipenuhi Jalan Ini Jadi Sarang Sampah Liar Lagi

Yulianto Adi Nugroho • Senin, 9 Februari 2026 | 18:30 WIB

 

MENGGANGGU: Sepanjang aliran air sungai di kawasan Jalan Ken Dedes, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, masih menjadi sasaran pembungan sampah rumah tangga, plastik, bahkan kasur.
MENGGANGGU: Sepanjang aliran air sungai di kawasan Jalan Ken Dedes, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, masih menjadi sasaran pembungan sampah rumah tangga, plastik, bahkan kasur.

KOTA - Permasalahan sampah liar di Kota Mojokerto tampaknya butuh penanganan serius. Pasalnya, tepi Jalan Raya Blooto, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, saat ini kembali dipenuhi tumpukan sampah. Padahal, sebelumnya Pemkot Mojokerto telah memasang CCTV maupun kerja bakti di titik tersebut. 

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto kemarin (8/2), sampah memenuhi tepi selatan jalan yang telah dipasangi garis larangan. Baik berupa plastik hingga sampah rumah tangga lainnya. Mirisnya, di seberang lokasi terpasang spanduk bertuliskan larangan berikut sanksi agar sepanjang Jalan Raya Blooto, Kelurahan Blooto-Karangkedawang, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, itu tidak dijadikan tempat pembungan sampah. 

Bahkan, DLH Kota Mojokerto juga telah memasang kamera pengawas untuk memantau aktivitas pembuangan sampah liar di lokasi.  ”Tahunya sudah numpuk gitu saja. Mungkin sudah sekitar seminggu ini dibuangi sampah lagi,” sebut Kuswanto, warga setempat, kemarin (8/2). 

Menurutnya, warga khawatir jika tumpukan sampah liar tersebut dapat memicu sejumlah permasalahan baru jika tidak ditangani segera. Baik pencemaran lingkungan, kesehatan, hingga mengganggu keindahan kota. Apalagi, lokasi tersebut tepat bersebelahan dengan aliran irigasi sawah.  

Ok-ris Foto // vad  KUMUH: Seorang pemotor melintasi Jalan Raya Blooto, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, yang dijadikan lokasi pembuangan sampah liar, kemarin (8/2).
Ok-ris Foto // vad KUMUH: Seorang pemotor melintasi Jalan Raya Blooto, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, yang dijadikan lokasi pembuangan sampah liar, kemarin (8/2).

Diketahui, awal Januari lalu Pemkot Mojokerto menggelar kerja bakti di lokasi yang sama. Sejumlah petugas dikerahkan untuk mengangkut sampah yang telah menggunung. Menanggapi fenomena sampah liar di daerah perbatasan tersebut, Wali Kota Mojokerto  mengklaim jika manajemen persampahan di wilayahnya sudah optimal. 

”Kami berharap masyarakat menjaga kebersihan bersama-sama. Kalau manusianya tidak sadar, maka jangan menyalahkan siapa pun kalau banyak bencana dan wabah,” sebut Ning Ita, dalam unggahan akun Instagram miliknya. 

Tak hanya itu, gunungan sampah liar juga didapati memenuhi sepanjang Jalan Ken Dedes, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari. Parahnya, sampah menumpuk di sekitaran Tempat Pengelolaan Sampah Reduse, Reuse, Recycle (TPS3R) Wates yang belum difungsikan. Pemkot baru melakukan penanganan dengan kerja bakti pada Jumat (6/2) lalu. (vad/ris)

 

 

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#wali kota mojokerto #tps liar #ning ita #sampah liar #tpa overload