Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Presiden Prabowo Nyatakan Perang terhadap Sampah, Libatkan Sekolah hingga TNI–Polri

Fendy Hermansyah • Selasa, 3 Februari 2026 | 19:44 WIB

Presiden Prabowo Subianto membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)
Presiden Prabowo Subianto membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)
BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menyatakan perang terbuka terhadap persoalan sampah yang dinilainya telah menjadi ancaman serius bagi lingkungan, pariwisata, dan kesehatan masyarakat. Sikap tegas itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).

Dalam arahannya, Prabowo menyoroti kondisi lingkungan di Bali yang dinilai kotor akibat sampah, terutama di kawasan pantai. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi merusak citra pariwisata nasional dan menurunkan minat wisatawan. “Ini nyata. Bagaimana turis mau datang kalau lihat pantai penuh sampah,” ujar Prabowo di hadapan para gubernur, bupati, dan wali kota.

Prabowo meminta pemerintah daerah, khususnya di Bali, untuk segera mengambil langkah konkret dengan menggerakkan seluruh elemen masyarakat. Ia mendorong pelibatan siswa SD, SMP, hingga SMA dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sebagai bagian dari gerakan kolektif melawan sampah. “Ini pantai kita, ini halaman kita. Ayo kita bersihkan ramai-ramai, korve,” katanya.

Presiden mengungkapkan, persoalan sampah di Bali juga menjadi sorotan dunia internasional. Ia mengaku mendapat kritik langsung dari sejumlah tokoh di Korea Selatan terkait kondisi Bali yang dinilai semakin kotor. “Saya terima itu sebagai koreksi. Ini harus kita atasi bersama,” tegasnya.

Menurut Prabowo, persoalan sampah tidak hanya terjadi di Bali, melainkan telah menjadi masalah nasional. Ia menyebut banyak tempat pembuangan akhir (TPA) di daerah terancam kelebihan kapasitas dalam beberapa tahun ke depan jika tidak segera ditangani secara serius.

Untuk itu, Prabowo menegaskan penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara seremonial atau saling menyalahkan. Ia memerintahkan seluruh instansi pemerintahan, termasuk TNI, Polri, kementerian, lembaga, serta badan usaha milik negara (BUMN), untuk memimpin langsung kegiatan kerja bakti secara rutin.

“Semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Kita ini sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah,” kata Prabowo.

Sebagai langkah jangka menengah, pemerintah pusat menyiapkan pembangunan 34 proyek pengolahan sampah menjadi energi di 34 kota. Proyek tersebut ditargetkan mulai dibangun dalam waktu dekat dan beroperasi dalam waktu sekitar dua tahun.

Selain itu, pemerintah juga akan meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, dan indah), dengan mewajibkan seluruh instansi pemerintah menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

Prabowo menegaskan, kebersihan lingkungan merupakan syarat utama keberlanjutan pariwisata dan kualitas hidup masyarakat. Ia meminta seluruh kepala daerah untuk menjadikan perang melawan sampah sebagai prioritas nyata, bukan sekadar wacana. (Antara/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#perangi sampah #tpa randegan kota mojokerto #Sampah TPA #tpa overload #tpa mepet permukiman #sampah mojokerto