Kepala Bapenda Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah mengatakan, memang target PAD tahun ini dinaikkan Rp 30 miliar menjadi Rp 881,7 miliar dari sebelumnya di angka Rp 851 miliar. Sebab, sesuai pemetaan pemkab, terdapat sejumlah sektor yang memiliki potensi menyumbang PAD.
Baik dari sektor pajak maupun retribusi yang tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. ’’Angka Rp 881,7 miliar ini terbagi atas sektor pajak daerah sebesar Rp 529,754 miliar dan retribusi daerah Rp 326 miliar. Sedangkan hasil pengelolaan yang dipisahkan sebesar Rp 12,967 miliar dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp 12,992 miliar,’’ ungkapnya.
Seiring kenaikan target PAD itu, lanjut Nurul, di awal tahun ini Bapenda langsung bergerak cepat melakukan optimalisasi di berbagai sektor sebagaimana potensi yang sudah dipetakan. Di sektor PBB-P-2, misalnya. Belakangan Bapenda sudah mengoptimalkan dengan menyalurkan SPPT kepada pemerintah desa (pemdes) yang tersebar di 18 kecamatan.
’’Dan alhamdulillah, SPPT buku 1, 2, dan 3, sudah terdistribusikan ke desa-desa di 17 kecamatan, tinggal Kecamatan Kemlagi saja yang belum. Namun, sisa satu kecamatan ini kita targetkan Senin lusa sudah tersalurkan,’’ jelasnya.
Di samping itu, SPPT buku 4 dan 5 yang sebagian besar menyasar perusahaan di bumi Majapahit juga sudah terdistribusikan. Menurut Nurul, percepatan penyaluran SPPT ini sebagai langkah percepatan Bapenda dalam menggenjot realisasi PAD dari sektor pajak sejak awal tahun. ’’Karena sesuai target kami, tahun ini sektor PBB-P2 juga kita naikkan menjadi Rp 124 miliar dari sebelumnya hanya Rp 118 miliar. Jadi, ada kenaikan Rp 6 miliar,’’ terangnya.
Proyeksi tersebut juga cukup realistis seiring realisasi tahun sebelumnya yang menembus angka Rp 120 miliar atau mencapai 101 persen. Sebagai kepatuhan para wajib pajak daerah, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa turut menyampaikan terima kasih dan apresiasinya terhadap masyarakat Kabupaten Mojokerto.
’’Kontribusi masyarakat yang diberikan selama ini bukan sekadar kewajiban, namun fondasi utama pembangunan daerah. Mulai dari peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat,’’ paparnya.
Dengan demikian, atas partisipasi masyarakat selama ini, pembangunan di Kabupaten Mojokerto terus berjalan dan memberi asas manfaat nyata. Termasuk menghadirkan multiefek terhadap perekonomian daerah. ’’Mari kita terus jaga semangat gotong royong, bersama membangun Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur,’’ tegas Gus Bupati. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah