Sumbang Rp 1,2 Triliun dari Pencapaian Rp 4,45 Triliun di 2025
KABUPATEN – Sektor makanan masih sangat mendominasi meroketnya nilai investasi di Kabupaten Mojokerto sepanjang tahun 2025. Dari realisasi sebesar Rp 4,45 triliun, industri makanan menyumbang Rp 1,2 triliun dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 4.142 orang.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mojokerto Poedji Widodo mengatakan, tren investasi di Kabupaten Mojokerto yang terus tumbuh selama ini bersumber dari berbagai sektor. Sesuai data yang ada, sumbangsih paling besar terjadi di sektor makanan.
’’Dari realisasi investasi di tahun 2025 sebesar Rp 4,45 triliun, sektor paling mendominasi tetap pada industri makanan, berada di angka Rp 1,2 triliun,’’ ungkapnya, kemarin (26/1).
Sehingga tingginya nilai investasi tersebut berimbas terhadap penyerapan tenaga kerja Indonesia (TKI). Dari total 16.854 TKI, sektor makanan ini menyumbang penyerapan sebanyak 4.142 orang. Kondisi itu sejalan dengan 494 jumlah proyek yang tengah berjalan pada triwulan I hingga IV. ’’Kontribusi besar industri makanan ini terjadi konsisten pada tiap triwulannya. Khusus triwulan IV saja mencapai Rp 249,032 miliar dengan tenaga kerja sebanyak 1.494 orang,’’ bebernya.
Setelah sektor makanan, lanjut Poedji, industri kendaraan bermotor dan alat trasportasi lain turut menyumbang pertumbuhan investasi yang cukup baik. Yakni, menembus Rp 528,865 miliar dengan penyerapan tenega kerja 2.200 orang. Disusul perdagangan dan reparasi sebesar Rp 450,307 miliar dengan TKI sebanyak 2.412 orang.
Selanjutnya industri logam dasar, barang logam bukan mesin, dan peralatan sebesar Rp 405 miliar dengan TKI 938 orang. ’’Lalu, sektor kimia dan farmasi juga besar, mencapai Rp 255 miliar dan mineral non-logam sebesar Rp 241 miliar,’’ urainya.
Realisasi investasi usaha mikro kecil di Kabupaten Mojokerto juga cukup besar. Sepanjang 2025 nilainya mencapai Rp 130,944 miliar dengan penyerapan tenaga kerja 1.844 orang. Paling besar ada pada sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp 34 miliar. Disusul jasa perumahan, kawasan industri dan perkantoran, masing-masing senilai Rp 20 miliar.
Menurutnya, meroketnya nilai investasi di Kabupaten Mojokerto tahun lalu memang banyak faktor yang menjadi pemicu. Indikator utamanya tak lain seiring keberhasilan pemda dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan menarik. Baik bagi investor lokal maupun mancanegara. ’’Termasuk komitmen mempermudah dan percepatan perizinan serta memberi kepastian kepada para investor,’’ tandas Poedji.
Sebelumnya, nilai realisasi investasi 2025 di Kabupaten Mojokerto melesat hingga menembus Rp 4,45 triliun atau mencapai 110 persen. Angka itu meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berada di angka Rp 3,977 triliun.
Melesatnya nilai investasi ini selaras dengan pertumbuhan ekonomi di bumi Majapahit sebesar 6,05 persen. Pencapaian ini bahkan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur sebesar 5,22 persen maupun nasional sebesar 5,04 persen. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah