Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Area Wisata TBM Kota Mojokerto Tergerus, Wahana Susur Ngotok Terancam

Yulianto Adi Nugroho • Senin, 26 Januari 2026 | 05:00 WIB

 

RAWAN MELUAS: Perahu wisata susur Sungai Ngotok di kawasan TBM, Kota Mojokerto, membawa wisatawan menuju dermaga di dekat tanggul yang longsor, kemarin (25/1).
RAWAN MELUAS: Perahu wisata susur Sungai Ngotok di kawasan TBM, Kota Mojokerto, membawa wisatawan menuju dermaga di dekat tanggul yang longsor, kemarin (25/1).
 

 

 

KOTA - Kawasan wisata Taman Bahari Mojopahit (TBM) di sekitar Jembatan Rejoto, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, diintai bencana longsor. Saat ini, kondisi tanggul Sungai Ngotok yang berada di area wisata susur sungai telah tergerus air. Kondisi tersebut rawan meluas mengingat debit air yang masih tinggi selama musim hujan. 

Pantauan di lokasi kemarin (25/1), tanggul yang longsor berada di sisi selatan sungai tempat perahu wisata ditambatkan. Tanggul setinggi satu meteran itu ambrol sepanjang kurang lebih lima meter dengan ketebalan kira-kira 1 meter. Gerusan air ini menyebabkan pagar yang menjadi pembatas sungai dengan bantaran ikut ambruk. ’’Sudah semingguan ini longsor,’’ kata Kurniawan, salah seorang pengunjung. 

Area longsor berada di jalur wisata susur Sungai Ngotok yang mulai dibuka untuk uji coba pada Sabtu (10/1) lalu. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, paket wisata ini menjadi bagian dari pengembangan TBM sebagai kawasan destinasi wisata di Kota Mojokerto. ’’Kita akan uji cobakan hari ini karena kita sudah mempersiapkan kelayakan untuk operasional, mulai dari operator yang telah bersertifikat, izin operasional, hingga sarana dan prasarana yang sudah memadai,’’ terangnya dikutip laman resmi pemkot saat itu. 

Munculnya longsor bisa membahayakan wisatawan juga mengancam sarana dan prasarana wisata. Pasalnya, titik gerusan juga berada di dekat dermaga yang menjadi tempat naik dan turun penumpang perahu. Ambrolnya tanggul bukan tidak mungkin bakal semakin meluas mengingat debit air yang sewaktu-waktu meningkat saat hujan deras. 

Hingga kini, titik longsor belum diperbaiki. Dikonfirmasi mengenai penanganan longsor, Kepala Disporapar Kota Mojokerto Ani Wijaya mengatakan bakal berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kementerian PU. ’’Awal Februari kita koordinasi ke kemen PU,’’ ujarnya, kemarin (25/1). Koordinasi itu dilakukan mengingat Sungai Ngotok dikelola BBWS Brantas yang berada di bawah naungan Kementerian PU. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#tbm longsor #Tbm kota mojokerto #Korupsi Kapal TBM