KABUPATEN - Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa akhirnya melantik tiga kepala dinas hasil seleksi terbuka (selter) di Pendapa Graha Majatama, Pemkab Mojokerto, kemarin (14/1). Dipromosikannya tiga pejabat ini menambah deretan panjang kekosongan kursi camat dan kepala bagian (kabag) di lingkungan pemerintah daerah (pemda).
Tiga wajah baru di jajaran pejabatn tinggi pratama (JPTP) yang diambil sumpah ini meliputi, Yuni Laili Faizah sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Amsar Azhari Siregar sebagai Kepala Dinas Pendidikan, dan Nalurita Priswiandini sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Sebelumnya, Yuni Laili Faizah menjabat Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Mojokerto, Amsar Azhari Siregar menjabat Camat Pungging, dan Nalurita Priswiandini menjabat Camat Puri. Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengatakan, pelantikan bagian dari penataan organisasi untuk mengoptimalkan kinerja di setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Lebih lagi dua kepala OPD yang diisi wajah baru ini menjadi dinas besar dan strategis.
Hanya saja, pada mutasi jilid III ini, Gus Bupati tak melakukan rotasi secara keseluruhan pada eselon di bawahnya, melainkan fokus pada pengisian tiga kadis yang sudah beberapa bulan lowong. ’’Sementara hasil selter saja dulu. Semoga dapat segera menyesuaikan diri. Bekerja cepat bekerja tepat dan bekerja dengan penuh dedikasi,’’ tegasnya.
Dipromosikannya tiga pejabat ini menambah deretan panjang kekosongan kursi camat dan kabag di lingkungan pemda. Sehingga dengan dilantiknya dua camat sebagai kepala OPD tersebut, kini kekosongannya menjadi delapan kursi dari sebelumnya enam kursi. Meliputi, Camat Gedeg, Kemlagi, Mojoanyar, Kutorejo, Trawas, Mojosari, Puri, dan Camat Pungging. Kekosongan kabag juga bertambah.
Dari sebelummya hanya dua kursi kini menjadi tiga. Meliputi Kabag Prokopim dan Kabag Umum yang masing-masing keduanya ditinggal pejabatnya purnatugas. Sedangkan kabag PBJ juga kosong akibat pejabat definitifnya mendapat promosi menjadi kadis. ’’Untuk yang lowong-lowong sementara diisi Plt (pelaksana tugas). Ketika saya dilantik memang kondisinya banyak jabatan camat yang sudah demikian. Makanya saya perbaiki sedikit demi sedikit,’’ jelas Gus Bupati.
Secara bertahap, dia menegaskan, bakal melakukan penataan eselon III ke bawah sebagai percepatan dan pengutaan kinerja. Kendati demikian, kekosongan pejabat definitif akibat ditinggal pensiun ataupun dirotasi, Gus Bupati bersyukur selama ini tidak sampai berdampak pada melambatnya kinerja. Termasuk pelayanan kepada masyarakat juga masih optimal.
’’Alhamdulillah semua berjalan dengan baik. Karena tugas utama pejabat pemerintah adalah melayani masyarakat,’’ tuturnya. Sementara bagi pejabat baru, dia meminta segera beradaptasi. Susun langkah strategis dan dorong inovasi pelayanan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat. ’’Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur. Saya juga mengingatkan agar menjaga integritas dan profesionalisme. Menjauhi praktik-praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,’’ jelasnya.
Gus Bupati mengakui, ketiga nama yang masuk ranking tiga besar hasil selter yang disodorkan panitia selesksi pada masing-masing dinas memiliki kompetensi yang tidak diragukan lagi. Hal itu terbukti dengan keberhasilan mereka menembus tiga besar dan menyisihkan sejumlah kompetitor lainnya melalui berbagai tahapan seleksi. Mulai dari administrasi, uji kompetensi, sosial kultural, hingga adu gagasan di hadapan lima panelis. ’’Ketiganya sama-sama berkompeten. Tetapi, saya juga harus mempertimbangkan aspek lainnya, misalnya komunikasi dan loyalitas. Termasuk pengalaman, senior, dan kompetensi sesuai penilaian pansel juga jadi pertimbangan,’’ tandasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah