Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kemenkes Turun ke SPPG Yayasan Binas Bangsa Semarang 03 di Mojokerto, Sebut Penyebab Keracunan MBG dalam Investigasi

Indah Oceananda • Rabu, 14 Januari 2026 | 05:45 WIB

 

PENGAWASAN: Tim Kemenkes meninjau kondisi bangunan sekaligus sarana prasarana SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 3, Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, kemarin (13/1).
PENGAWASAN: Tim Kemenkes meninjau kondisi bangunan sekaligus sarana prasarana SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 3, Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, kemarin (13/1).
 

KABUPATEN - Kemarin (13/1), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya terjun ke dapur SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 3, Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo. Kedatangan mereka untuk melakukan pembinaan sekaligus evaluasi usai terjadinya kasus dugaan keracunan massal yang menelan banyak korban.

Perwakilan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Izzi, menuturkan, usai visitasi di SPPG tersebut, pihaknya memang memberikan pembinaan lebih lanjut. Hal itu agar nanti ke depannya, unit dapur tersebut bisa beroperasi lebih baik lagi. ’’Jadi, ini tadi (kemarin, Red) kita melakukan pengawasan sekaligus pembinaan supaya SPPG-nya kalau beroperasi lebih baik lagi karena sudah terjadi insiden keracunan,’’ katanya.

Dalam agenda visitasi tersebut, pihaknya tak sekadar mengecek perbaikan tempat sekaligus sarana prasarana yang digunakan dalam proses produksi MBG. Ia juga sempat memanggil beberapa supplier yang sebelumnya mengirimkan bahan baku ke SPPG tersebut.

’’Kita juga lihat dari sarpras maupun gedung hingga SDM ahli gizi di SPPG ini sudah baik. Cuma kita nggak tahu, keracunan ini kan bisa disebabkan dari banyak faktor, mulai dari pengolahan sampai pendistribusian ke sekolah juga itu bisa menjadi cela untuk pencemaran pangan,’’ imbuhnya.

Izzi mengungkapkan, keracunan pangan yang terjadi di SPPG Wonodadi ini bisa dipengaruhi berbagai faktor. Pihaknya hingga kini masih menelusuri celah terjadinya pencemaran pangan tersebut. ’’Ending-nya, nanti hasil dari visitasi ini juga akan kami beri rekomendasi tidak hanya ke BGN, tapi juga di kementerian lintas sektor,’’ papar dia.

Disinggung terkait SLHS yang belum dikantongi SPPG tersebut, ia menyebut, sertifikat tersebut masih dalam proses pengajuan. ’’Tadi (kemarin, Red) kita juga sudah asistensi ke dinas kesehatan, memang belum ada SLHS tapi SPPG yang bersangkutan sudah mengajukan dan ini masih dalam proses,’’ tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati menyebutkan, hingga kemarin (13/1) dinkes belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel dugaan keracunan massal tersebut. ’’Saat ini kami belum bisa menyampaikan hasil lab karena memang masih dalam proses. Paling lambat Kamis (15/1) besok baru akan kita ketahui,’’ ujarnya.

Sembari menanti hasil dari laboratorium, pihaknya juga berupaya memberikan penyembuhan agar para korban tidak trauma pasca insiden.’’Jadi, ada yang kita beri makanan ringan, itu sebagai memulihkan psikologisnya anak-anak terutama. Dan semakin ke sini, kondisi mereka semakin membaik tidak muntah lagi,’’ urainya.

Pihaknya juga terus melakukan peninjauan sekaligus evaluasi higienitas masing-masing SPPG di Kabupaten Mojokerto. Termasuk dalam pelatihan keamanan pangan yang diterapkan di masing-masing unit dapur. ’’Kita juga terus meninjau masing-masing SPPG apakah benar-benar sudah menerapkan SOP seperti yang sudah kami latih,’’ pungkasnya. (oce/fen/ris)

Editor : Fendy Hermansyah
#kemenkes ri #Keracunan Menu MBG #keracunan mbg #Keracunan Mojokerto #Sppg mojokerto #keracunan massal #mbg mojokerto