KABUPATEN - Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menegaskan ada 77 SPPG yang tengah beroperasi di bumi Majapahit. Sebanyak 11 di antaranya memiliki rekomendasi SLHS. Selain itu, ada 21 SPPG yang tengah mengajukan inspeksi kesehatan lingkungan kepada dinas kesehatan. ’’Tetapi sekarang masih dalam proses pemenuhan sarana dari hasil inspeksi dinkes. Sehingga belum bisa diterbitkan rekom SLHS,’’ ungkapnya, kemarin (13/1).
Kendati sebagian besar SPPG ini belum memenuhi standar, Gus Bupati menegaskan, operasional SPPG tetap bisa berjalan. ’’Bahwa SPPG tetap bisa beroperasi sebelum rekom SLHS dikeluarkan,’’ tegasnya. Seperti halnya SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03, Kecamatan Kutorejo yang menjadi penyuplai MBG para korban keracunan massal, belakangan juga masih tahap pemenuhan rekomendasi SLHS.
Pemkab Mojokerto menyebut instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tempat pembuangan sampah (TPS), tempat cuci tangan, hingga suhu penyimpanan pun belum standar. Saat ini, SPPG tersebut seharusnya sedang dalam proses pemenuhan hasil supervisi IKL (Inspeksi Kesehatan Lingkungan). ’’Sedangkan untuk izin operasional diterbitkan oleh BGN,’’ ungkapnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah