Salah satu ASN pemkot mengatakan, saat ini dirinya harap-harap cemas pencairan TPP kembali berlarut-larut seperti tahun lalu. Khususnya TPP kategori dinamis yang besarannya dihitung berdasarkan capaian kinerja pegawai. ’’Bulan ini belum tahu seperti apa nanti cairnya, semoga tidak terlambat lagi,’’ ucapnya, Senin (11/1).
Dirinya mengaku resah karena tambahan penghasilan tersebut sangat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pria itu biasanya menerima TPP dinamis sekitar Rp 1,5 juta per bulan. Saat TPP dinamis ngeblong selama tiga bulan untuk jatah April, Mei, dan Juni 2025 lalu, dirinya mengaku kelimpungan. ’’Sampai ambil pinjaman ke bank,’’ tandasnya.
Belakangan, pemkot akhirnya mencairkan hak pegawai untuk tiga bulan itu secara bertahap pada Agustus 2025. Hanya saja, TPP dinamis untuk jatah Juli, Agustus, dan September 2025 kembali molor dan tak kunjung cair sampai awal November 2025.
Sekdakot Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo menyatakan, proses pencairan TPP dinamis memerlukan waktu karena setiap pegawai harus menyertakan bukti capaian kinerja yang diimput ke sistem e-Tukin. Selain itu, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) juga harus menyusun ulang target indikator kinerja seiring adanya perubahan RPJMD.
’’Kami berharap seluruh ASN tetap tenang dan memahami bahwa pencairan TPP dilakukan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku,’’ jelasnya dalam keterangan resmi Agustus 2025 lalu. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah