”Kami sebagai pelaksana fungsi pengawasan memastikan agar setiap pekerjaan fisik selesai tepat waktu, kemudian kualitasnya betul-betul dijaga,” tegas Santoso. Pembangunan infrastruktur yang dikawal itu meliputi pembangunan dan peningkatan jalan hingga saluran air di lingkungan. Upaya memperjuangkan kebijakan pro-rakyat juga dilakukan lewat RDP dengan pedagang Pasar Tanjung Anyar, tokoh masyarakat, hingga mitra kerja di eksekutif untuk mengevaluasi kinerja OPD dan serapan anggaran.
Di sisi lain, sebagai Ketua KONI Kota Mojokerto, Santoso juga membuktikan kapabilitasnya dengan membawa Kota Mojokerto tampil gemilang pada Porprov IX Jatim 2025. Dengan menurunkan 725 atlet, pelatih, dan official jumlah terbanyak sepanjang keikusertaan dalam porprov, Kota Mojokerto sukses meraih 30 medali emas, 28 perak, dan 37 perunggu.
Hasil itu membuat Kota Mojokerto finis di peringkat 9 dari 38 kota/kabupaten. ”Prestasi ini melebihi target peringkat 10 besar dan melejit jauh dibanding porprov edisi sebelumnya,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto ini. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah