KOTA - Pemkot Mojokerto menyatakan singkatnya waktu pengerjaan membuat sejumlah proyek jalan yang digulirkan akhir tahun lalu mengalami keterlambatan. Hal itu mengakibatkan pekerjaan harus dilanjutkan hingga pergantian tahun.
Pernyataan ini disampaikan Wali Kota Mojokerto setelah meninjau hasil sejumlah proyek fisik, kemarin (6/1). Pengecekan salah satunya menyasar proyek peningkatan jalan lingkungan Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon. Penyelesaian pekerjaan dengan nilai kontrak terbesar dibanding belasan proyek jalan lainnya, yakni Rp 1,6 miliar, itu sebelumnya meleset dari tenggat.
’’Kita tahu pada tahun 2025 waktu pengerjaan proyek fisik sangat terbatas sehingga masih banyak yang harus dituntaskan di tahun berikutnya,’’ katanya dilansir laman resmi pemkot.
Sebagaimana pemberitaan Jawa Pos Radar Mojokerto, CV Maju Mapan sebagai pelaksana proyek berkontrak dengan Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto sejak 10 November 2025. Masa pekerjaan ditetapkan selama 48 hari dengan tenggat 27 Desember 2025. Namun, hasilnya proyek molor selama tiga hari. Pihak kontraktor beralasan keterlambatan dipicu antrean pembelian aspal.
Seorang pejabat pemkot menyatakan, selain jalan Pulorejo, terdapat tiga proyek jalan lingkungan lain yang molor. Bahkan, hingga kini ketiganya masih berlangsung. Masing-masing peningkatan jalan lingkungan di Kecamatan Kranggan senilai Rp 291 juta, pembangunan jalan lingkungan di Kecamatan Magersari senilai Rp 178 juta, dan pembangunan jalan lingkungan di Kecamatan Prajurit Kulon Rp 326 juta. Ketiga proyek ini berupa pengaspalan dan pemavingan jalan.
Keterlambatan, menurut sumber tersebut, akibat para rekanan proyek penunjukan langsung (PL) itu baru mengebut pekerjaan pada dua pekan menjelang deadline. Adapun, dalam kasus proyek jalan Pulorejo, proses pengaspalan sebetulnya sudah siap dilaksanakan empat hari sebelum batas waktu. Namun, hingga 27 Desember malam, alat aspal tak kunjung tiba di lokasi. ’’Baru tanggal 28 Desember kontraktor beralih penyuplai dan baru bisa mengaspal sampai tanggal 30 Desember,’’ ungkap sumber tersebut.
Meski baru berumur sehari, aspal jalan di belakang SMPN 8 Mojokerto itu sudah mengalami kerusakan. Terdapat bagian yang retak akibat masalah lapisan tanah uruk. Pejabat itu mengatakan, keretakan aspal sudah muncul sejak 29 Desember dan dibongkar namun muncul lagi setelahnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah