Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman menuturkan, penanganan darurat menyasar titik tanggul di Dusun Talunbrak, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong. Pemasangan geobox sepanjang 148 meter dan tinggi 2 meter dilakukan kurun Oktober hingga Desember lalu. ’’Titik ini yang paling rawan terkena banjir. Alhamdulilah, waktu banjir (22 Desember) kemarin air sudah tidak masuk ke (permukiman warga) sana,’’ ujarnya, kemarin.
Pemasangan tanggul darurat ini bertujuan agar saat debit aliran Kali Lamong meningkat tidak sampai meluap ke rumah-rumah warga. Rois menyebut, langkah penanganan banjir aliran Kali Lamong tak berhenti sampai di situ. Rencananya, penanganan lanjutan akan kembali dilakukan pada tahun anggaran 2026 nanti. BBWS Bengawan Solo, lanjutnya, akan memperkuat bagian tembok penahan tanah (TPT) sungai. Sebab, sejauh ini tanggul masih berupa tanah.
’’Apakah nanti TPT-nya dibangun permanen atau seperti apa, nanti akan kita update lagi. Pada prinsipnya bagian tanggul nanti akan diperkuat agar lebih stabil lagi,’’ tukas Rois.
Seperti diketahui, sebagian wilayah Kecamatan Dawarblandong kerap dilanda banjir tahunan aliran Kali Lamong. Seperti pada 22 Desember lalu. Desa Pulorejo, Talunblandong dan Banyulegi kembali dilanda banjir. Tingginya debit air aliran Kali Lamong kiriman dari wilayah hulu memicu banjir luapan di tiga desa. Total 12 rumah warga dan 6 hektare sawah di Desa Pulorejo tergenang banjir. Penanganan darurat langsung dilakukan pemda lewat BPBD Kabupaten Mojokerto. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah