Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Aspal Proyek Jalan Lingkungan Pulorejo Rp 1,6 Miliar yang Rusak Harus Dibongkar Lagi

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 3 Januari 2026 | 05:40 WIB

 

PECAH: Kondisi aspal jalan di lingkungan Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, yang rusak setelah sehari dibangun, Jumat (2/1).
PECAH: Kondisi aspal jalan di lingkungan Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, yang rusak setelah sehari dibangun, Jumat (2/1).
 

Dewan Minta Pemkot Segera Lakukan Perbaikan

KOTA – Rusaknya aspal jalan senilai Rp 1,6 miliar yang baru sehari dibangun di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, harus dibongkar. Pecahnya aspal diakibatkan masalah pada lapisan perkerasan sehingga berpotensi melebar jika hanya ditambal.

Hal ini menjadi temuan saat Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo melakukan inspeksi ke lokasi, kemarin (2/1) petang. Komisi II ini antara lain membidangi pembangunan dan bermitra kerja dengan Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto. Dalam pengecekan itu, Santoso memantau kerusakan aspal yang muncul.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto itu lantas menghubungi Kepala Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Endah Supriyani untuk menanyakan hal tersebut. ”Kalau pecah karena faktor aspalnya biasanya bisa rata sendiri, tapi ini kelihatannya karena tanahnya, jadi harus dikeruk lagi,” ujarnya di lokasi. Masalah pada perkerasan tanah itu juga tampak dari bekas pengerukan aspal di sekitar area kerusakan. ”Sepertinya sudah diperbaiki tapi pecah lagi,” imbuhnya.

Santoso menegaskan, berdasarkan keterangan kepala dinas, proyek yang sebelumnya mengalami keterlambatan itu masih dalam masa pemeliharaan kontaktor. Pihaknya pun mendesak supaya rekanan diminta segera memperbaiki bagian aspal yang rusak. ”Perawatannya ini masih panjang karena pelaksana belum dibayar 100 persen,” tuturnya.

Di sisi lain, Santoso menyatakan, uji CBR (California Bearing Ratio) alias kepadatan tanah jalan telah memenuhi standar. ”Saya tanyakan katanya hasil tesnya ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) angka CBR-nya di atas angka 60 yang menjadi batasan,” tandasnya.

Proyek peningkatan jalan di belakang kompleks SMPN 6 Mojokerto itu digarap CV Maju Mapan. Pekerjaan proyek ini baru selesai pada 30 Desember 2025 alias molor selama 3 hari dari deadline 27 Desember 2025. Kontraktor beralasan mengalami keterlambatan akibat antrean panjang pada proses pembelian aspal.

Santoso menambahkan, seluruh proyek jalan sebanyak 7 paket yang bergulir sejak November 2025 hingga kini telah tuntas. Termasuk pembangunan masjid di bekas gedung DPRD Kota Mojokerto senilai Rp 1,03 miliar.

Sebelumnya, Plt Kepala Bina Marga Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Ferry Hendri Koerniawan menjelaskan, pihaknya mengonfirmasi rusaknya aspal jalan baru di Kelurahan Pulorejo ke konsultan pengawas proyek. Hasilnya, konsultan pengawas berdalih titik aspal yang pecah merupakan bekas tumpukan material pasir.

Bekas material tersebut tak dibersihkan secara maksimal dan berakibat aspal mengalami pecah saat proses pemadatan. ”Sudah sempat diperbaiki tapi kurang maksimal, rencana mau diperbaiki lagi,” kata konsultan itu kepada Ferry melalui pesan WhatsApp yang diteruskan ke Jawa Pos Radar Mojokerto, Kamis (1/1). (adi/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#proyek kota mojokerto #jalan lingkungan #proyek pemkot mojokerto #proyek aspal