Unit damkar yang dikandangkan itu terparkir di halaman Gudang Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Mojokerto, Jalan Surodinawan.
Perangkat pemadaman api pada kendaran tipe Isuzu Forward keluaran 1980-an itu juga sudah diprotoli. ’’Dipindah karena di kantor damkar sudah tidak ada tempat,’’ kata salah seorang personel UPTD Damkar Kota Mojokerto, kemarin (29/12).
Kalaupun ada tempat, toh armada tersebut sudah tak mampu dijalankan. Mesinnya bobrok dan butuh ratusan juta rupiah untuk perbaikan. Selama berada di kantor damkar yang kini juga jadi markas BPBD Kota Mojokerto di Jalan Bhayangkara, armada itu hanya jadi pajangan. Justru, dua kendaraan lainnya yang masih dapat digunakan meskipun kapasitasnya lebih kecil. Armada itu meliputi Hino sebagai andalan dan Daihatsu Dyna Rino yang jadi cadangan karena sudah angin-anginan.
’’Tapi, untuk wilayah kota dua armada ini masih cukup,’’ ucap pegawai itu. Menurutnya, armada Isuzu hanya sementara waktu ditaruh di gudang BPKPD. Setelah kantor BPBD jadi, unit tersebut akan diperbaiki dan dipergunakan lagi. ’’Rencananya nanti diperbaiki, dipakai lagi,’’ tandasnya.
Dihubungi kemarin, Kepala UPTD Damkar Kota Mojokerto Joko Suwarno menyatakan belum bisa memberi jawaban. Seperti pernah diberitakan, di balik peran pentingnya sebagai satuan penyelamat, Damkar Kota Mojokerto punya nasib yang miris.
Personelnya hanya 23 orang yang dibagi dalam tiga sif. Mereka bertanggung jawab mengoperasikan dua armada truk dan dua armada pembantu roda tiga. Jumlah itu jauh dari standar satu armada truk terdiri dari 7 personel.
Urusan administratif armada damkar pun tak terurus. Seperti pajak Hino dengan nopol S 1645 SP dibiarkan mati tiga bulan sebelum akhirnya belakangan dibayar. Joko tak menampik berbagai persoalan pelik tersebut.
Menurutnya, kekurangan personel menjadi persoalan paling utama. ’’Bagaimana mau menambah armada kalau anggotanya saja kurang. Di sini 7 orang harus dibagi-bagi, belum lagi tahun ini ada yang bakal pensiun,’’ ucapnya pada 18 Mei lalu. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah