Telan Anggaran Rp 5,6 Miliar, Kualitas Dinilai Buruk
KOTA – Kondisi Jalan Ir. Soerkarno di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM), Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, terus menuai sorotan. Kualitas pekerjaan yang dianggap buruk karena paving jalan berkali-kali rusak memunculkan desakan agar proyek senilai Rp 5,6 miliar pada 2023 tersebut diaudit.
Dorongan itu salah satunya datang dari Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Mojokerto. Perbaikan paving yang dilakukan Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto beberapa minggu lalu dinilai sebagai imbas lemahnya pekerjaan teknis dan spesifikasi saat pengerjaan proyek. ”Kalau tidak mau dianggap lemah, maka saat ini tidak mungkin ada perbaikan terus-menerus di Jalan Ir. Soekarno,” kata Pembina LP2KP Mojokerto Rif’an Hanum, kemarin (21/12).
Portal pengadaan barang dan jasa (INAPROC) Kota Mojokerto mencatat, proyek Jalan Ir. Soekarno dengan nama tender pembangunan jalan Balongcangkring-Rejoto dimenangkan CV Tiga Lautan Berlian asal Kabupaten Malang. Harga kontrak proyek tersebut mencapai Rp 5,627 miliar yang bersumber dari APBD 2023. Pekerjaan konstruksi ini meliputi, perkerasan jalan, tembok penahan jalan, dan patok penahan. Keluaran yang dihasilkan berupa tersedianya kondisi jalan yang mantap dan memadai.
Rif’an menyebut, setidaknya sudah empat kali jalan dengan panjang 1 kilometer dan lebar 8 meter itu dibongkar pasang. Pemeliharaan menyasar paving yang ambrol serta renggang sehingga menimbulkan celah lebar. Kondisi tersebut praktis dapat membayakan pengguna jalan dan beberapa kali telah mengakibatkan kecelakaan. ”Berarti kan ini tidak sesuai dengan keluaran atau produk yang diinginkan, yaitu tersedianya kondisi jalan yang mantap dan memadai,” ujarnya.
Menurutnya, pemeliharaan jalan tidak akan dilakukan berkali-kali apabila proses lelang berjalan dengan baik. Kerusakan berulang pada paving jalan, lanjut Rif’an, mengindikasikan luputnya pengawasan dan supervisi dalam proyek. Khususnya saat proses perkerasan yang menjadi penentu kualitas jalan. ”Sebelum dipaving pasti ada hamparan uruk dengan batu berbutir, setelah itu ada tes stand core, sampai pengujian-pengujian berikutnya hingga dipastikan bagus,” ucap dia.
Atas dasar itu, dirinya mendesak adanya audit secara menyeluruh terhadap proyek jalan yang menjadi akses utama ke bakal wisata TBM di kawasan Jembatan Rejoto tersebut. Dia mendorong inspektorat sebagai lembaga audit internal maupun Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) turun tangan memeriksa pekerjaan konstruksi tersebut. ”Seperti inspektorat kan punya kewajiban berkala untuk mengawasan melekat, seharusnya itu bisa dilakukan untuk mengetahui apakah proyek ini sudah dikerjakan dengan betul,” tandasnya.
Sebelumnya, dinas PUPR Perakim menyatakan pekerjaan perkerasan jalan telah dilakukan secara maksimal. Adapun munculnya celah lebar antarpaving disebabkan kontur tanah yang merupakan tanggul Sungai Ngotok. Beban kendaraan dan curah hujan juga membuat tekanan ke dua sisi jalan bertambah sehingga paving renggang. Di sisi lain, penggunaan material paving alih-alih aspal untuk Jalan Ir. Soekarno diklaim telah sesuai dengan rekomendasi BBWS Brantas selaku pemilik aset. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah