KOTA – Dua pekan semenjak Pemkot Mojokerto melakukan penyegelan besar-besaran, jaringan internet dari belasan provider masih terputus. Hingga kemarin (14/12), baru tiga perusahaan penyedia fiber optik yang beroperasi kembali setelah melunasi tanggungan retribusi.
Sumber Jawa Pos Radar Mojokerto merinci, tiga provider itu meliputi, PT iForte Solusi Infotek, PT Inti Bangun Sejahtera (menara monopole), dan PT Telkom Indonesia. ”Yang terbaru segel Telkom dibuka kemarin malam (Sabtu malam, Red),” katanya, kemarin (14/12). Penyegelan sejak Selasa (2/12) lalu dilakukan terkait dengan masalah izin pemanfaatan ruang milik jalan (rumija) oleh provider.
Ketentuan ini diatur dalam Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Penataan Kabel Serat Optik Telekomunikasi. Dari total 20 provider yang beroperasi di wilayah dengan tiga kecamatan ini, 17 di antaranya tak memiliki izin pemanfaatan aset daerah tersebut. Adapun tiga provider yang sejak awal tak disegel, yakni PT Inti Bangun Sejahtera (fiber optik), PT Surya Primatama Nusantara alias Biznet, dan PT Eka Mas Republik alias MyRepublic. ”Tiga ini tidak disegel karena sudah bayar sewa aset,” imbuh sumber tersebut.
Pemkot Mojokerto menyatakan, pelepasan segel milik Telkom dilakukan setelah provider BUMN itu membayar sewa rumija sebesar Rp 13,4 miliar. ”Saya mengucapkan terima kasih kepada PT Telkom yang telah memenuhi kewajiban perizinan dan sewa rumija,” ucap Wali Kota Ika Puspitasari dilansir dari laman resmi pemkot, kemarin (14/12).
Di sisi lain, hingga kini masih ada 14 provider yang layanan internetnya belum pulih. Perangkat optical distribution cabinet (ODC) milik belasan perusahaan tersebut masih tersegel karena belum melunasi tanggungan. Akibatnya, pelanggan WiFi dan produk sejenisnya dari 14 penyedia ini masih terdampak. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah