Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Perangkat Milik Pemkot Mojokerto Masih Mati, BPBD Jatim Pasang EWS Banjir

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 12 Desember 2025 | 19:20 WIB

 

ALAT MITIGASI: Petugas BPBD Jatim dan BPBD Kota Mojokerto memasang EWS banjir di tanggul Kali Sadar, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, kemarin (11/12).
ALAT MITIGASI: Petugas BPBD Jatim dan BPBD Kota Mojokerto memasang EWS banjir di tanggul Kali Sadar, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, kemarin (11/12).
 

KOTA - Sistem peringatan dini bencana banjir di Kota Mojokerto sedikit tertopang setelah BPBD Provinsi Jatim memasang early warning system (EWS) di Kali Sadar, kemarin (11/12). Perangkat tersebut menjadi satu-satunya alat pendeteksi banjir di wilayah kota lantaran EWS milik pemkot yang berada di Jembatan Jalan Pahlawan sudah setahun ini mati sehingga tidak bisa berfungsi.

Pemasangan EWS baru di bantaran Kali Sadar itu dilakukan personel BPBD Jatim dibantu BPBD Kota Mojokerto. Alat yang berfungsi memantau ketinggian debit air tersebut diletakkan di aliran belakangan kantor DLH Kota Mojokerto, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, yang berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto. ’’Kami pasang di Kali Sadar karena ada riwayat mengalami banjir besar akibat banjir bandang di Pacet pada 2004,’’ kata Agen Informasi Bencana BPBD Jatim wilayah Mojokerto Achmad Kurniawan di lokasi, kemarin.

Melalui perangkat peringatan dini ini, setiap peningkatan debit air bakal tercatat dan dapat dipantau masyarakat. Ketinggian debit air bakal terkategori pada level waspada, siaga, dan awas. Ketika telah mencapai level status awas yang artinya air mencapai ketinggian maksimal, sirine EWS bakal berbunyi. ’’Kalau rotator merah (status awas, Red) masyarakat yang berada di sepanjang Sungai Sadar setidaknya bisa evakuasi mandiri,’’ tuturnya.

Kurniawan mengatakan, EWS tersebut adalah satu-satunya yang dipasang BPBD Jatim di Kota Mojokerto. Termasuk pula satu-satunya EWS yang berfungsi di wilayah dengan tiga kecamatan ini. Pasalnya, EWS milik pemkot yang dipasang pada 2023 silam kini kondisinya mangkrak. Perangkat di tanggul Kali Sadar sisi timur Jembatan Jalan Pahlawan itu dibiarkan mati sejak setahun terakhir karena sensornya tak diganti.

Menurutnya, EWS itu termasuk aset milik Satpol PP Kota Mojokerto. Sebelum BPBD Kota Mojokerto terbentuk pada Oktober lalu, urusan bencana ditangani Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Satpol PP. ’’Semenjak BPBD Kota Mojokerto berdiri, di satpol PP tidak ada penganggaran dana untuk perawatan EWS tersebut,’’ tandasnya. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#bpbd jatim #Pemkot Mojokerto #banjir kota mojokerto #bencana kota mojokerto #EWS Banjir