Ketinggian Sampah Melebihi Tanggul Zona Aktif
KABUPATEN – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mengalami overload.
Kondisi melebihi kapasitas dari zona aktif penampungan sampah tersebut belakangan diketahui sudah berlangsung lama. Bahkan, tumpukan sampah kini melebihi ketinggian tanggul zona aktif.
”Iya, dari kapasitas zona aktif yang ada, sekarang TPA Karangdiyeng memang overload,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono, kemarin (10/12).
Memang, selama ini TPA yang dibangun pada tahun 2020 tersebut setiap hari menampung sampah dari sebagian besar wilayah Kabupaten Mojokerto. Bahkan, TPA berada di Dusun Penjaringansari, Desa Karangdiyeng, itu harus menampung 90 ton sampah per hari. ”Sekarang ketinggian tumpukan sampahnya kisaran dua meter di atas tanggul zona aktif,” imbuhnya.
Rachmat tidak memungkiri bahwa beban volume sampah, baik organik maupun anorganik, saat ini terus mengalami peningkatan. Khususnya kiriman dari sampah rumah tangga, pasar tradisional, dan perusahaan.
Sehingga hal itu dinilai turut memengaruhi kapasitas pengiriman sampah yang akan proses di TPA. ”Dari 90 ton sampah per hari, 60 persen di antaranya adalah organik. Sedangkan sisanya anorganik,” imbuh mantan kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto ini.
Di sisi lain, pihaknya tidak memungkiri overload-nya TPA Karangdiyeng tersebut akibat terkendala beberapa hal. Di antaranya, kapasitas penampungan zona aktif mulai menipis. Sehingga tidak sebanding dengan volume pengiriman sampah yang diterima TPA setiap hari.
Selain itu, kapasitas dua unit mesin pencacah sampah organik juga tak mampu mengelola tingginya tumpukan sampah yang telah melalui proses pemilahan. Serta, kendaraan buldozer yang diharapkan mampu membantu memadatkan sampah di zona aktif justru mengalami kerusakan.
”Praksis hanya mengandalkan dua unit bakhoe untuk mengurai pengiriman sampah. Itu pun tidak bisa memadatkan sampah seperti fungsi buldozer,” tandasnya.
Meski demikian, lanjut dia, DLH akan melakukan optimalisasi pemrosesan sampah untuk mengurangi overload. Seperti memperbaiki mesin buldozer dan memanfaatkan celah zona aktif. Dengan harapan, agar kapasitas sampah yang meluber tersebut segera teratasi dengan baik.
”Di samping itu, kami sudah merencanakan perluasan lahan TPA. Ya, paling tidak dibutuhkan sekitar 4,6 hektare lahan baru. Insya Allah tahun ini akan terealisasi,” pungkas Rachmat. (fan/ris)
Editor : Fendy Hermansyah