KABUPATEN – Lima dari enam paket proyek jembatan yang menjadi skala prioritas pembangunan Pemkab Mojokerto di tahun anggaran 2025 tuntas dikerjakan. Sedangkan progres satu pengerjaan jembatan lainnya sudah mencapai 83 persen.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Henri Surya mengatakan, pengerjaan paket proyek infrastruktur jembatan di kabupaten secara umum memang tuntas tepat waktu, mutu, dan biaya.
Sebagaimana program prioritas pemkab, tahun ini dinas PUPR menggarap enam proyek. ’’Alhamdulillah dari enam proyek itu, lima paket di antaranya sudah selesai. Sedangkan satu sisanya, on-progress,’’ ungkapnya, kemarin (5/12).
Menurutnya, lima paket pengerjaan yang sudah rampung 100 persen di antaranya, Jembatan Talunbrak di Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong. Proyek strategis daerah senilai Rp 13,5 miliar ini tuntas tepat waktu dengan batas akhir 20 Oktober lalu.
Selain menjadi ikon baru, jembatan yang menjadi akses penghubung dengan Kabupaten Gresik ini dapat menumbuhkan perekonomian baru di tengah masyarakat.
’’Asas manfaatnya saat ini langsung dirasakan masyarakat sekitar. Selain memperlancar mobilitas, juga muncul perekonomian baru untuk warga,’’ tegasnya. Lalu, ada jembatan Jurang Tiga Purwojati di Kecamatan Ngoro senilai Rp 2,5 miliar.
Jembatan di jalur alternatif ini sekarang sudah bisa dilalui masyarakat. Bahkan, akses perekonomian pun kian lancar. Selanjutnya ada Jembatan Suwiden di Kecamatan Trowulan dan Jembatan Sumberjati di Kecamatan Jatirejo. ’’Sisanya tinggal jembatan Lebaksono yang saat ini progresnya sudah 83 persen,’’ urainya.
Henri menegaskan, belum tuntasnya Jembatan Lebaksono, Kecamatan Pungging, senilai Rp 9,6 miliar ini bukan karena molor, melainkan memang timeline-nya berakhir pada 27 Desember mendatang.
Anggaran sebesar itu, lanjutnya, karena pemda menargetkan mampu mengerjakan dengan volume jembatan dengan lebar 7 meter dan panjang 60 meter. Sehingga dengan siswa waktu tiga pekan ini, dinas PUPR optimistis mampu merampung proyek tepat waktu. ’’Jadi, masih ada waktu cukup untuk menyelesaikan 17 persennya itu,’’ tuturnya.
Dia menyebutkan, saat ini pengerjaan masuk tahap pemasangan pelat sebelum akhirnya dilakukan pengecoran. Kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan oprit dan finishing. ’’Kalau sudah tahap pengecoran itu cepat, apalagi jembatan ini ada cor khusus, menggunakan beton fast track, jadi tiga hari kering,’’ jelas Henri.
Pembangunan jembatan tersebut selaras dengan misi ke-4 bupati-wakil bupati Mojokerto. Yaitu, meningkatkan pembangunan infrastruktur sesuai kebutuhan di semua sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik.
Termasuk mendukung akses pendidikan, sosial budaya, dan pelestarian lingkungan. Sekaligus pengembangan antara wilayah perbatasan Kabupaten Mojokerto dengan daerah tetangga. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah