Penipu sempat menghubungi sejumlah pengurus lembaga keagamaan. Salah satunya pengurus Masjid Al Hikmah yang berada di kawasan Utara Sungai Brantas. ’’Saya pastikan itu bukan saya. Baik secara pribadi maupun dalam kapasitas sebagai jabatan,’’ ungkap Wakil Bupati Mojokerto M. Rizal Oktavian, tadi malam.
Menurutnya, selama ini namanya memang kerap dipakai orang tak bertanggung jawab sebagai modus dugaan melakukan aksi penipuan. Modus penipuan ini dilakukan dengan mengirimkan bukti transfer aplikasi mobile banking Livin by Bank Mandiri, seolah-olah telah terjadi pengiriman dana dalam jumlah besar.
’’Pelaku pura-pura transfer uang sebesar Rp 20 juta, setelah itu bilang itu kelebihan tolong transfer balik Rp 5 juta karena sebenarnya mau tranfer Rp 15,5 juta. Dan yang ketahuan sudah dua kali, mungkin bisa lebih yang tidak ketahuan,’’ paparnya.
Mas Rizal menegaskan, praktek penipuan tersebut sebelumnya juga sempat dialami Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa. Beruntungnya, para calon korban tidak lantas percaya dan mengklarifikasi penipuan tersebut kepada Pemkab Mojokerto.
’’Alhamdulillah masyarakat kita sudah pada pintar dan selalu waspada, jadi tidak sampai ada yang jadi korban pelaku penipu yang mengatasnamakan saya,’’ jelasnya.
Untuk meyakinkan calon korban, pelaku memang kerap mencatut foto para pejabat yang dicatut sebagai profil. Mas Rizal berharap, untuk tetap waspada dan berhati-hati pada modus penipuan sejenisnya.
’’Kita imbau melaporkan segala bentuk komunikasi mencurigakan yang mengatasnamakan sebagai Wakil Bupati atau Pemerintah Kabupaten Mojokerto kepada aparat penegak hokum. Kami berkomitmen menjaga integritas dan kepercayaan publik dari segala bentuk penyalahgunaan identitas pejabat daerah,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah