Dengan kucuran anggaran sebesar Rp 3,8 miliar di 2025 ini, pekerjaan rehabilitasi di Stadion Gajah Mada hanya difokuskan untuk peningkatan infrastruktur fisik. Meliputi pemasangan paving, pembangunan drainase, hingga pembenahan tribun dan fasad.
Sedangkan wacana untuk pembuatan lintasan lari di kandang PS Mojokerto Putra ini baru akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2026 mendatang. ’’Lintasan lari di tahun depan,’’ ungkap Kabid Penataan Bangunan Gedung Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Dody Prasetyo.
Selain pertimbangan anggaran, pengadaan lintasan lari juga tidak bisa dilaksanakan di masa perubahan APBD 2025 ini. Mengingat, ujar Dody, pengadaan lintasan lari yang rencananya menggunakan bahan meterial karet sintetis harus dilakukan jauh hari sebelumnya.
’’Alas lintasan lari harus inden dulu, jadi waktunya tidak mencukupi kalau tahun ini,’’ tuturnya.
Sehingga, pelaksanaannya akan direalisasikan di tahun depan. Selain lintasan lari, imbuh Dody, pada pekerjaan lanjutan rehabilitasi Stadion Gajah Mada nanti juga akan menyentuh peningkatan lapangan rumput. ’’Lapangan bola akan digarap tahun depan,’’ pungkasnya.
Sementara untuk proyek tahap pertama tahun ini ditarget rampung sebelum pergantian tahun. Sesuai kontrak. CV. Dwi Karya Cemerlang selaku kontraktor di-deadline menuntaskan pekerjaan pada 25 Desember mendatang. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah