PEMKAB Mojokerto melalui dinas PUPR berhasil menuntaskan pembangunan drainase senilai Rp 16,72 miliar yang menyasar 14 titik desa. Bahkan beberapa proyek sebagai salah satu wujud komitmen pemkab Mojokerto dalam penanganan banjir di antaranya rampung lebih awal.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kabupaten Mojokerto, Anik Mutammima Kurniawati mengatakan, pemkab selalu konsisten melakukan penanganan bencana tiap tahunnya. Salah satunya melalui pengerjaan sistem drainase di sejumlah titik yang menjadi prioritas pembangunan.
’’Khusus tahun 2025 ini, setidaknya ada 14 proyek drainase yang jadi sasaran pembangunan. Dan Alhamdulillah, di akhir tahun ini pengerjaan selesai,’’ ungkapnya.
Pembangunan drainase ini, terang Anik, tak lain untuk meminimalisir potensi terjadinya genangan atau banjir. Tak heran, dari 14 paket yang jadi prioritas tahun ini memang di daerah-daerah yang selama ini rawan genangan dan banjir. Di sisi lain, pembangunan drainase ini juga untuk meminimalisir terjadinya penularan penyakit akibat sistem sanitasi yang buruk dan untuk memperpanjang umur dari sarana infrastruktur di satu kawasan atau pemukiman.
’’Prinsipnya pembangunan drainase ini untuk mengoptimalkan fungsinya. Selain menjadi salah satu langkah pemerintah melakukan pengendalian banjir, juga akan menata kawasan permukiman lebih baik dan lebih sehat,’’ jelasnya.
Kabid PLPP Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Yayan Ernes, menambahkan, pembangunan drainase memang untuk meminimalisir potensi terjadinya genangan atau banjir. ’’Adanya perbaikan drainase ini, bisa meminimalisir luapan air ke ruas jalan ataupun ke pemukiman,’’ ungkapnya.
Menurutnya, dari 14 proyek drainase, 13 di antaranya sudah selesai 100 persen ini. bahkan, beberapa di antaranya tuntas lebih awal. Sementara satu pengerjaan progressnya 93,42 persen, yakni, peningkatan sistem drainase lingkungan di Desa Kesiman, Kecamatan Trawas. ’’Dan kita pastikan sisa 7 persen itu akan selesai sebelum tutup tahun. Sekarang tinggal finishing saja,’’ tuturnya.
Sebaliknya 13 paket pengerjaan fisik yang sudah tuntas di antaranya, peningkatan sistem drainase lingkungan di Desa Pulorejo Kecamatan Dawarblandong. Lalu peningkatan sistem drainase lingkungan Desa/Kecamatan Puri. Selanjutnya pembangunan sistem drainase perkotaan Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet dan Pembangunan sistem drainase lingkungan Desa Bangeran, Kecamatan Dawarblandong.
Selain itu, ada peningkatan sistem drainase perkotaan Desa Sumberkembar Kecamatan Pacet, dan peningkatan sistem drainase lingkungan Desa Wonoploso Kecamatan Gondang. Lalu pembangunan sistem drainase perkotaan Desa Kupang, Kecamatan Jetis. Disusul, drainase lingkungan Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi.
Selanjutnya ada peningkatan sistem drainase perkotaan Desa Sumberagung, Kecamatan Jatirejo. Kemudian peningkatan sistem drainase perkotaan Desa Tanjungkenongo, Kecamatan Pacet dan peningkatan sistem drainase lingkungan Desa Balongsari, Kecamatan Jetis.
Tak hanya itu, ada peningkatan sistem drainase lingkungan Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu dan peningkatan sistem drainase perkotaan Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari. ’’Dari sejumlah paket pengerjaan yang sudah selesai sebelumnya juga sudah dilakukan pengecekan terkait kesesuaian pengerjaan. Termasuk pengujian kualitas sudah dilakukan dan semuanya sesuai mutu,’’ tegasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah