’’Monumen Plat Goembrek ini merupakan saksi nyata adanya pertempuran para pahlawan yang melawan pertempuran langit Mojokerto pada 1945,’’ ungkap Danpussenarhanud Mayjen TNI R. Edi Setiawan di lokasi.
Mayjen TNI R. Edi Setiawan turut melakukan pemasangan baret dan brifet Arhanud sebagai warga kehormatan Arhanud kepada Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, Camat Jetis dan kepala Desa Parengan. Monumen tersebut terinspirasi sosok pahlawan yang bernama ’’Pak Goembrek’’ yang dikenal luas karena kemampuan mengoperasikan senjata meriam antipesawat.
Sehingga pembangunan monumen Plat Goembrek ini memiliki makna yang sangat mendalam. ’’Monumen ini bukan hanya penanda fisik, tetapi juga ikon sejarah, identitas satuan, serta representasi nilai-nilai perjuangan yang senantiasa hidup dalam diri setiap prajurit,’’ jelasnya.
Danpussenarhanud berharap, monumen Plat Goembrek menjadi sumber inspirasi dan sumber motivasi. Termasuk, pemacu semangat bagi semuanya dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Bupati Muhammad Albarraa menegaskan, keberadaan monumen perjuangan Korps Arhanud ini mampu menumbuhkan dan memperkuat rasa kecintaan terhadap NKRI, sekaligus pengingat akan jasa para pejuang. ’’Generasi saat ini mungkin tidak sepenuhnya tahu atas perjuangan para pahlawan terdahulu. Namun, melalui monumen inilah kita mengajak masyarakat, terutama generasi muda untuk mengenal lebih dekat perjuangan bangsa kita,’’ ungkapnya.
Menurutnya, perlu diketahui sebagai daerah yang kaya akan sejarah kerajaan, faktanya pada masa perjuangan monumen ini menjadi bagian daripada jejak perjuangan dari bangsa Indonesia. Melalui monumen Plat Gombrek ini, Mojokerto kembali memperkaya sejarahnya melalui pertahanan negara yang diabadikan oleh Arhanud. ’’Semoga monumen ini sebagai ruang edukasi sejarah bagi para pelajar maupun masyarakat umum. Monumen ini menjadi pengingat perjuangan,’’ tegasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah