Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko mengatakan, selter (seleksi terbuka) tiga jabatan lowong di tiga kepala dinas hingga kini terus berproses. Setelah sebelumnya pada Selasa (2/12) para pejabat eselon III mengikuti seleksi kompetensi bidang dengan adu gagasan di hadapan lima panelis, kini pengisian masuk tahap akhir. ’’Alhamdulillah, uji kompetensi berlangsung dan berjalan lancar. Hasilnya langsung kita serahkan kepada Bapak Bupati,’’ ungkapnya.
Mereka sudah tunjukkan kemampuan yang terbaik di hadapan panitia seleksi sesuai dengan lowongan jabatan yang dilamar. Dari kursi jabatan yang dibuka, kepala dinas perpustakaan dan kearsipan yang menjadi favorit dengan jumlah pelamar sebanyak 18 orang. Disusul kepala dinas pendidikan ada 12 orang. Lalu, untuk jabatan kepala dinas PUPR ada 7 orang.
Teguh menjelaskan, persaingan untuk memperebutkan tiga kursi pun kian ketat. Sebab, tim pansel yang terdiri dari pejabat pemerintah daerah dan akademisi tersebut lebih leluasa dalam mengukur tiap kompetensi yang dimiliki para kandidat. ’’Sesuai hasil penilaian tim pansel, nama-nama yang masuk ranking tiga besar di masing-masing lowongan sesuai dengan hasil penilaian sudah ada di meja Gus Bupati. Untuk selanjutnya kami masih menunggu petunjuk pimpinan,’’ tegasnya.
Menurutnya, ranking tiga besar yang menjadi rekomendasi para pansel tersebut disesuaikan dengan sejumlah bobot penialaian yang sudah dilakukan sebelumnya. Mulai dari 20 persen untuk rekam jejak, 25 persen kompetensi manajerial dan sosial kultur, 20 persen penulisan makalah, dan uji gagasan dan wawancara yang memiliki bobot 35 persen. ’’Beberapa penilaian itu yang menjadi acuan tim untuk memberikan saran dan pertimbangan kepada kepala daerah atas pengisian tiga jabatan kepala dinas,’’ tuturnya.
Pada prinsipnya, masih kata Teguh, pansel menjalankan tugasnya untuk menggali potensi para kandidat ini secara optimal dan penuh pertimbangan. Sebaliknya, untuk penentuan sosok siapa yang menduduki kursi jabatan tersebut, tetap menjadi kewenangan PPK. ’’Keputusan tetap ada di Gus Bupati selaku PPK, dari tiga besar itu nanti siapa yang dipilih sebagai pejabat definitifnya itu menjadi kewenangan pimpinan,’’ jelas Teguh.
Terpisah, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengatakan, berakhirnya sesi wawancara menjadikan pengisian tiga kepala dinas kini memasuki tahap akhir. Dari tiga nama pada masing-masing jabatan yang dilelang ini, ia pun bakal menentukan sosok pejabat yang bakal menerima amanah menduduki eselon IIB dalam menyukseskan program kerja Pemkab Mojokerto ke depan. ’’Yang pasti, apa yang menjadi rekomendasi dan masukan para panelis akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi saya,’’ ungkapnya.
Melalui lelang terbuka tersebut, Gus Barra berharap, pihaknya bisa memilih para peserta secara transparan dan kompetitif. Sehingga, nantinya selter menghasilkan calon pejabat yang duduk di kursi kepala dinas yang tepat sesuai kompetensinya. ’’Proses selter ini sejak awal dilaksanakan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Tidak ada jual beli jabatan. Jadi akan kita pilih yang terbaik dari yang baik,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah