Sukses Turunkan Stunting Menjadi 15,2 Persen
KABUPATEN - Pemerintah Kabupaten Mojokerto kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Bertepatan Hari Kesehatan Nasional (HKN), Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa diganjar Insentif Fiskal Tahun Berjalan 2025 sebesar Rp 6,922 miliar atas keberhasilan dan komitmennya menurunkan prevelensi stunting, sesuai dengan program prioritas nasional. Dari sebelumnya 30,00 persen di 2018, menjadi 15,2 pada 2024 atau turun 14,8 poin.
Secara simbolis, apresiasi ini diserahkan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka kepada sejumlah perwakilan daerah di Ruang Auditorium J. Leimena, Gedung Adhyatma Lantai 2, Kementerian Kesehatan RI, Rabu (12/11). ’’Alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah menerima alokasi dana insentif fiskal tahun anggaran 2025 untuk penghargaan kinerja tahun berjalan katagori penurun stunting sebesar Rp 6,9 miliar. Tentunya hal ini menjadi amanah untuk komitmen pemkab dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Mojokerto,’’ ungkap Bupati Albarraa seraya bersyukur, tadi malam.
Kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, orang nomor satu di lingkungan pemkab ini menegaskan, apresiasi ini tentu menjadi angin segar bagi Pemkab Mojokerto di tengah pemangkasan transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat pada TA 2026. Sehingga perolehan insentif fiskal ini menjadi tambahan modal pemda dalam mewujudkan pembangunan di Kabupaten Mojokerto lebih maju, adil dan makmur. ’’Tentunya penghargaan itu sangat berarti bagi pemkab pada saat TKD Pemkab Mojokerto diefisiensi. Dan hal itu menjadi komitmen kami untuk terus menurunkan stunting,’’ jelasnya.
Tak urung, sejumlah program sebagai intervensi nyata penurunan stunting di bumi Majapahit pun terus digeber, baik pemenuhan dari intervensi spesifik ataupun sensitif. Untuk intervensi spesifik dari segi kesehatan, terang Gus Barra, dilakukan pengecekan setiap minggu di posyandu desa melalui program Gema Pitu, Program Susu Jum’at (Suju) dengan sasaran anak sekolah, dan penyuluhan gizi seimbang. ’’Termasuk, kita secara berkala juga tes kebugaran untuk siswa, pemeriksaan ibu hamil dengan kewajiban minimal enam kali selama kehamilan, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, dan masih banyak lainnya,’’ paparnya
Sedangkan, untuk intervensi sensitif program, Pemkab Mojokerto menggencarkan pembangunan sanitasi yang layak. Lalu, pembangunan terhadap rumah tidak layak huni (RTLH). Selanjutnya ada jaminan kesehatan untuk warga yang tidak mampu dan pelayanan KB pasca persalinan. Kemudian, bantuan langsung tunai (BLT) untuk warga tidak mampu dan pemeriksaan calon pengantin serta yang lainnya. ’’Dengan berbagai program yang kami lakukan tersebut, target kita pada 2025 angka stunting di Kabupaten Mojokerto bisa turun drastis di angka 11,75 persen,’’ tandas Gus Bupati.
Melalui penghargaan ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan memastikan seluruh program intervensi gizi, kesehatan, dan pembangunan keluarga berjalan optimal. Tak sekadar stunting, Gus Bupati juga berusaha mendapatkan insentif fiskal dari kategori yang lainnya. Salah satunya dengan meningkatkan kinerja dan merealisaskan setiap program di setiap organisasi perangkat daerah. Utamanya kegiatan berdampak untuk masyarakat yang sejalan dengan program nasional. ’’Jadi kita juga berharap mendapatkan insentif fiskal dari kategori yang lainnya. Ada pengendalian inflasi, penghapusan kemiskinan ekstrem, PDN dan percepatan belanja daerah,’’ jelasnya.
Upaya bersama pemerintah pusat dan daerah telah menunjukkan hasil yang signifikan. Dalam periode sebelumnya, prevalensi stunting nasional berhasil diturunkan sebesar 11 persen, dari 30,8 persen pada tahun 2018 menjadi 19,8 persen pada tahun 2024. Capaian tersebut menunjukkan pentingnya komitmen politik, kolaborasi lintas sektor, dan sinergi antar tingkatan pemerintahan. Kegiatan penyerahan penghargaan ini dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025, yang mengusung tema Mengukuhkan Komitmen Bersama untuk Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi