Gus Bupati Tekankan Pentingnya Pemanfaatan Teknologi Digital
KABUPATEN – Pemkab Mojokerto terus memperkuat kapasitas petani lokal melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satu fokusnya bagaimana menjadikan para peternak kambing perah sebagai pelopor kemandirian ekonnomi, adaptif, dan berdaya saing untuk peningkatan kesejahteraan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus menggenjot program pertanian komunal bersama milenial. Hal ini dirancang untuk mendorong regenerasi petani. Sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan daerah.
’’Kami ingin memastikan bahwa peternak tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang cara memelihara kambing perah yang baik, tetapi juga pendampingan dalam mengakses teknologi terbaru di bidang peternakan dan pemasaran hasil susu kambing,’’ ungkapnya.
Salah satu yang tengah dilakukan dengan menggembleng para peternak untuk mengikuti pelatihan secara intensif bersama ahlinya. Pasalnya, usaha susu kambing perah di Indonesia sangat berpeluang. Itu lantaran, saat ini sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi dari impor, sedangkan produksi lokal baru mencapai 20 persen.
’’Jadi, kondisi ini membuka ruang luas bagi peternak Mojokerto untuk meningkatkan produksi dan memperkuat sektor peternakan daerah. Saya berharap para peternak yang dilatih ini menjadi pelopor pengembangan usaha ternak kambing perah yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing untuk peningkatan kesejahteraan,’’ paparnya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menegaskan akan pentingnya peran generasi muda dalam menghidupkan kembali sektor pertanian dan peternakan. Sebab, lanjut dia, Kabupaten Mojokerto memiliki potensi besar berkat kondisi alam yang sangat mendukung.
Mulai dari iklim yang sesuai, ketersediaan air yang melimpah, hingga bahan pakan yang mudah didapat. Namun, sejauh ini potensi besar itu belum diimbangi dengan regenerasi petani muda yang kuat. ’’Sebagian besar pelaku usaha pertanian berusia antara 40 hingga 70 tahun. Generasi mudanya lebih tertarik bekerja di sektor industri. Kondisi ini perlu diubah. Kita ingin membangkitkan pelaku-pelaku usaha pertanian dan peternakan dari kalangan milenial dan Gen Z,’’ tegasnya.
Gus Bupati juga menyinggung pola pikir generasi muda yang cenderung mencari pekerjaan instan. Padahal, menurut dia, bila ditekuni dengan manajemen yang baik, sektor pertanian dan peternakan justru memiliki potensi penghasilan yang lebih besar dibandingkan sektor industri.
’’Kemarin kita sudah memberikan bantuan, dan sekarang adalah terkait dengan manajemen usaha peternakan kambing perah. Sekarang manajemennya bagaimana kambing sebanyak 33 ekor bisa jadi 330 ekor, dan jangan sampai 33 ekor jadi 3 ekor,’’ jelas Gus Bupati.
Orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ini juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pemasaran hasil peternakan. Selain aspek pemasaran, Gus Bupati juga menyoroti kualitas produk susu kambing agar dapat bersaing di pasar.
’’Susu kambing kini semakin diminati, terutama di kalangan masyarakat yang sadar gizi dan kesehatan. Susu kambing dikenal tinggi protein, rendah kolesterol, dan mudah dicerna. Saat ini, bagaimana caranya susu kambing tidak berbau khas kambing, karena untuk menghilangkan bau khas itu ada ilmunya,’’ terangnya.
Gus Bupati juga mendorong para peternak mampu mengembangkan produk olahan bernilai tambah. Seperti yogurt, sabun susu kambing, pupuk organik, hingga wisata edukasi peternakan. ’’Kita berharap ke depan akan muncul produk-produk dengan branding olahan susu lokal made in Mojokerto,’’ pungkasnya. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi