Gus Barra Targetkan Selter Dibuka Bulan Depan
KABUPATEN - Pemkab Mojokerto segera membuka seleksi terbuka (selter) untuk empat jabatan lowong yang kini diisi pelaksana tugas (Plt). Sebagai langkah awal, kini mulai gulirkan permohonan izin kepada Badan Kepegawaian Nasional (BKN) RI agar selter bisa dibuka bulan depan.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengatakan, rotasi mutasi jilid dua yang digelar sebelumnya memang masih menyisahkan sejumlah jabatan lowong di lingkungan pemkab. Termasuk setingkat eselon IIB. Setidaknya ada empat yang masih diisi Plt. ’’Untuk jabatan pejabat tinggi pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Mojokerto masih ada empat yang lowong. Kesemuanya diisi Plt,’’ ungkapnya.
Di antaranya Dinas PUPR yang jabatan Plt-nya diisi Anik Mutammima Kurniawati, Sekretaris Dinas PUPR. Lalu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk sementara diisi Asisten Administrasi Umum Siswadi, serta Dinas Pendidikan dengan Plt dijabat Yo’ie Afrida Soesetyo Djati selaku kepala dinas ketenagakerjaan.
Sementara itu untuk Plt Direktur RSUD Prof dr Soekandar diisi dr Gigih Setijawan. Sebagai langkah awal, kini mulai gulirkan permohonan izin kepada badan kepegawaian nasional (BKN) RI. ’’Surat untuk meminta rekomendasi sudah saya tanda tangani, selanjutnya segera kita kirim ke BKN,’’ tegasnya.
Bergulirnya izin pembukaan selter yang tengah berproses, Gus Barra optimistis pengisian juga segera bisa dilakukan melakukan penjaringan. Pihaknya pun menargetkan pembukaan empat jabatan lowong untuk para wajah baru bisa dibuka bulan depan. ’’Targetnya paling cepat mungkin bulan November digulirkan untuk pembukaan selter-nya, sambil menunggu surat rekomedasi dari BKN turun,’’ urainya.
Melalui lelang terbuka tersebut, Gus Barra berharap, pihaknya bisa memilih para peserta secara trasparan dan kompetitif. Sehingga menghasilkan calon pejabat yang duduk di kursi kepala dinas tepat sesuai kopetensinya. Apalagi, sejumlah kursi yang lowong masuk kategori organisasi perangkat daerah besar dan strategis.
Melalui selter nantinya, pihaknya ingin mencari sosok pejabat yang benar-benar kompeten. Termasuk memiliki dedikasi dan etos kerja yang tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. ’’Prinsipnya, mutasi itu untuk penyegaran organisasi dan memilih orang yang tepat dalam mengurus organisasi. Dan semua bekerja untuk Kabupaten Mojokerto,’’ tuturnya.
Di sisi lain, rotasi berikutnya juga tak sekadar menyasar eselon IIB melainkan juga penataan dan pengisian untuk eselon III yang kini juga banyak yang lowong. Seperti halnya camat, sekretaris, hingga kepala bagian. Menurutnya, perombakan besar-besaran tersebut dimungkinkan akan dibarengkan dengan mutasi gelombang berikutnya.
Dalam hal ini bersamaan dengan hasil selter untuk pengisian empat jabatan kepala dinas yang kosong. Baik yang awalnya ditinggal purna tugas ataupun meninggal dunia. ’’Kelihatannya hasil selter di gelombang ketiga nanti yang bersamaan dengan eselon III dan lainnya, tetapi nanti kita lihat kondisinya,’’ jelasnya.
Sesuai data, untuk jabatan setingkat eselon III kekosongan jabatan mencapai 21 kursi. Enam di antaranya kursi camat yakni, Camat Kutorejo, Trawas, Gedeg, Kemlagi, Mojoanyar, dan Mojosari. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi