- Kantor Kecamatan Dipakai Acara Dangdutan
- Dianggap Lalai, Camat Sooko Masluchman Ditegur
KABUPATEN – Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menegur Camat Sooko Masluchman terkait viralnya acara musik dangdutan yang menghadirkan penyanyi dan disertai joget-joget di ruang kantor Pelayanan Publik Kecamatan Sooko. Selain diminta lebih hati-hati dalam memanfaatkan fasilitas pemerintahan, menggelar musik dangdut di dalam kantor pemerintahan juga dianggap melukai hati masyarakat.
’’Saya imbau kepada semua pegawai pemerintah Kabupaten Mojokerto tanpa terkecuali, untuk berhati-hati ketika menyelenggarakan acara di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto,’’ ungkap Gus Bupati menanggapi video dangdutan di kantor Kecamatan Sooko tersebut. Peristiwa ini pun lansung menjadi perhatian orang nomor satu di pemkab tersebut agar kegiatan di fasilitas kantor pelayanan publik, seperti di Kecamatan Sooko segera dievaluasi. Menurut Gus Bupati, setiap gerak-gerik pejabat maupun ASN harus mencerminkan rasa empati kepada masyarakat.
Terlebih, di tengah efisiensi anggaran yang berimbas pada melemahnya ekonomi. ’’Jangan sampai membuat kegiatan yang mengusik hati masyarakat,’’ tegasnya. Gus Bupati menegaskan, para pegawai saat menggelar kegiatan di kantor pemerintahan diminta harus lebih mendidik dan menjadi cerminan yang baik bagi masyarakat. ’’Seharusnya sebagai pegawai pemerintah dapat memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Melihat kondisi negara kita sekarang ini banyak sorotan kepada pegawai negara,” tandas Gus Bupati.
Teguran tersebut tidak hanya disampaikan kepada Camat Sooko, namun juga diberikan Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko ”'Saya sudah memberikan teguran ke Camat Sooko. Hati-hati menggunakan ruang publik,” ungkap Gus Bupati. Viralnya video acara dangdutan disertai joget bersama biduan di kantor Kecamatan Sooko memantik kegeraman masyarakat. Di tengah efisiensi anggaran dan melemahnya ekonomi, pemerintah dianggap tidak empati kepada masyarakat.
Beragam komentar kekecewaan pun turut dilontarkan masyarakat menanggapi video yang diunggah melalui grup Facebook tersebut. Sebagian dari mereka merasa prihatin dengan aksi tersebut yang digelar di kantor pemerintahan. Hal ini seakan tidak menunjukkan rasa empati di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang semakin berat. ’’Kan ini masti pakai uang rakyat mane. Wes gak usah bayar pajak,’’ tulis akun bernama Abista. ’’Makanya kok banyak yang ingin menjadi pejabat, uang rakyat buat seperti ini. Menyala bayar pajak,’’ tambah akun berrnama Park Jhi Sun. Selain itu, ada juga yang berkomentar dengan meminta kantor kecamatan tersebut lebih baik difungsikan sebagai tempat hiburan. ’’Kantornya buat diskotik saja mantab,’’ sesal pemilik akun Dhafit Hermawan. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi