Kendati Pendapatan di Empat OPD Mengalami Penurunan
KABUPATEN – Di tengah jebloknya realisasi retribusi di sejumlah dinas, Bapenda Kabupaten Mojokerto optimistis realisasi pendapatan asli daerah (PAD) bisa tumbuh dan berkembang. Bahkan, ditargetkan pertumbuhan itu mampu menembus angka 77 persen dari 75 persen yang ditargetkan.
Kepala Bapenda Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto mengatakan, realisasi penerimaan PAD hingga kini trennya masih cukup positif. Meski diakuinya belakangan terdapat empat dinas penghasil yang pencapaiannya di bawah target dan tengah dievaluasi. ’’Tren pendapatan, baik dari sektor pajak maupun retribusi masih bagus, bahkan semakin tumbuh,’’ ungkapnya, kemarin (22/9).
Setidaknya, lanjut dia, hal itu dibuktikan, bahwa per kemarin (22/9), pencapaian PAD mampu menembus Rp 641,4 miliar. Angka tersebut melampaui tahapan target pada triwulan ketiga yang ditetapkan Rp 640,5 miliar. Sehingga dengan sisa waktu satu pekan lebih ini, Ardi optimistis pencapaian akan terus naik. ’’Kalau melihat angka-angka, saat ini realisasinya bahkan sudah 75,11 persen dari target 75 persen. Dengan sisa waktu satu minggu lagi, kita optimistis pencapaian bisa terus naik menembus 77 persen atau Rp 657,6 miliar dari target PAD tahun 2025 yang kita pasang sebesar Rp 854 miliar,’’ jelasnya.
Dia menjelaskan, angka tersebut tersebar pada 15 organisasi perangkat daerah (OPD). Tertinggi ada di dinas pendidikan tembus 169,33 persen atau 127 juta dari target 75 juta. Disusul BPKAD 141,51 persen atau Rp 11,9 miliar dari target Rp 8,4 miliar. Kemudian bagian perekonomian dan sumber daya alam 99,79 persen atau Rp 12 miliar. Selanjutnya dinas PUPR 93,06 persen atau Rp 9,3 miliar dari target Rp 10 miliar.
Demikian juga dengan RSUD Prof dr Soekandar yang mampu mencapai Rp 131 miliar dari target Rp 168 miliar, dan RSUD RA Basoeni Rp 46 miliar dari target Rp 62 miliar. ’’Sedangkan untuk sektor pajak realisasi saat ini juga sudah diangka Rp 374,3 miliar dari target Rp 513 miliar,’’ tandasnya. Ardi mengungkapkan, pencapaian ini tak lepas dari inovasi dan optimisme Pemkab Mojokerto dalam menggapai target.
Salah satunya dengan melakukan mapping potensi baru. Langkah konkret yang sudah dilakukan Bapenda salah satunya dengan meluncurkan inovasi Geographic Information System Electronic (GIS-El 2.0). Aplikasi ini mampu menampilkan peta digital untuk objek pajak se-Kabupaten Mojokerto. ’’Melalui peta blok ini kita protret, yang awalnya belum ada bangunan sekarang sudah ada bangunannya. Yang awalnya masuk buku 1, 2, dan 3, akhirnya dipakai untuk pabrik menjadi buku 4 dan 5, otomatis kan nilai pajaknya berbeda. Ini mau tidak mau menambah potensi,’’ tandasnya.
Sebelumnya, Pemkab Mojokerto mengevaluasi capaian empat organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil terhadap realisasinya. Itu setelah raihan pendapatan asli daerah (PAD) OPD terkait hingga kini masih jeblok di angka memprihatinkan. Empat OPD dengan perolehan PAD terendah itu di antaranya dinas pangan dan perikanan (dispari) baru terealisasi 37,68 persen; dinas kebudayaan, kepemudaan, olahraga dan pariwisata (disbudporapar) 48,12 persen; dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) 59,52 persen; serta dinas pertanian (disperta) 62,02 persen. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi