Sebelumnya, dewan melakukan inspeksi di SDN Meri, Kota Mojokerto. Mereka mendapat pengaduan masyarakat terkait adanya makanan yang terindikasi basi yang disajikan pada Rabu (17/9). Namun, dalam peninjauan komisi III kemarin, tidak ditemukan paket MBG dengan menu sandwich yang tidak layak konsumsi.
Kepala SDN Meri Nurul Huda tak menampik perihal pengaduan terkait MBG yang diduga tidak layak konsumsi yang diterima ke wakil rakyat.
Menurutnya, kejadian tersebut terjadi saat pembagian paket makanan pada Rabu (17/9). Dia mengungkapkan, saat itu terdapat jenis makanan yang kondisinya lembek pada olahan makanan mi dan tempe. ”Kondisinya agak lembek, tapi kita tidak tahu (karena basi) atau tidak,” ulasnya.
Guna mencegah hal yang tak diinginkan, siswa diminta untuk menyisihkan. Peserta didik hanya mengonsumsi varian makanan lainnya yang dipastikan masih dalam kondisi layak. ”Meski menunya sama, tapi laporan itu hanya di kelas 3B saja, yang kelas lainnya aman semua,” tandasnya.
Kepala SPPG Kecamatan Kranggan Shiko Puspa Septina Putri membenarkan bahwa pada Rabu (17/9) mendistribusikan paket MBG dengan menu mi. Namun, dia menampik jika kondisi makanan yang lembek akibat sudah basi.
”Saya masaknya sudah sesuai dengan standar BGN (Badan Gizi Nasional), jadi tidak terindikasi basi,” kilahnya.
Meski begitu, pihaknya mengaku tetap melalukan evaluasi terhadap tim di SPPG dengan mengganti varian menu yang disalurkan di hari berikutnya. Termasuk meningkatkan pengawasan dari ahli gizi dari proses memasak hingga pemorsian makanan.
”Ke depannya, saya juga lebih berhati-hati dan mengevaluasi agar tidak terjadi seperti itu lagi,” sebutnya.
Sedangkan terkait temuan dewan terhadap wadah makanan, Shiko menyebut, telah menggunakan ompreng sesuai standar BGN.
Namun, pihaknya bersedia mengganti jika memang terdapat food tray berbahan stainless steel yang kualitasnya kurang memadai. ”Ada beberapa, berikutnya saya segera evaluasi untuk menjadikan bahan itu (temuan DPRD) menjadi yang lebih baik. Pasti diganti,” pungkasnya.
Kendati demikian, legislatif tetap meminta agar SPPG agar memberikan atensi setiap laporan masyarakat untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi.
”Yang pasti SPPG harus terus berhati-hati karena menyiapkan makanan setiap hari. Potensi kesalahan pasti ada, tapi yang penting harus langsung diperbaiki,” terang Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mojokerto Budiarto. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi