Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tak Hanya Beras, Pemerintah Tambahkan Minyak Goreng 2 Liter dalam Paket Bansos, Ini Detailnya

Imron Arlado • Jumat, 19 September 2025 | 04:48 WIB

Pemerintah Tambahkan Minyak Goreng 2 Liter dalam Paket Bansos
Pemerintah Tambahkan Minyak Goreng 2 Liter dalam Paket Bansos

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pemerintah kembali menyiapkan kebijakan baru dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan.

Jika sebelumnya masyarakat penerima manfaat hanya mendapatkan beras 10 kilogram, mulai periode mendatang paket bansos akan dilengkapi dengan minyak goreng sebanyak 2 liter. 

Untuk merealisasikan kebijakan tambahan tersebut, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan dana sekitar Rp500 miliar.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu, menjelaskan bahwa angka setengah triliun rupiah itu merupakan hasil perhitungan cepat pemerintah. 

Menurutnya, tambahan minyak goreng cukup realistis untuk dijalankan bersama program bansos beras yang sudah direncanakan.

 

Baca Juga: Kemensos Tegaskan ASN, TNI, Polri, hingga Pegawai BUMN Tidak Berhak Menerima Bansos

 

“Kalau minyak goreng itu kita hitung cepat mungkin sekitar Rp0,5 triliun. Jadi secara keseluruhan masih dalam batas yang bisa dikelola,” kata Febrio usai menghadiri rapat bersama DPR di Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Ia menambahkan, distribusi bansos pangan dalam bentuk beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter akan dilakukan untuk periode Oktober dan November 2025.

Program ini ditujukan agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat bertahan menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipengaruhi inflasi.

Kebijakan tambahan ini muncul setelah adanya masukan dari DPR, khususnya Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah. Ia menilai bantuan berupa beras saja belum cukup untuk menjaga daya beli masyarakat.

 

Baca Juga: Mencegah Penyalahgunaan Bantuan Sosial melalui Penerapan Transparansi dan Akuntabilitas yang Kuat

“Saya mendorong pemerintah agar tidak hanya menyalurkan beras 10 kilogram, tetapi juga menambahkan minyak goreng 2 liter setiap bulan. Karena kalau hanya beras, kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masih terbatas,” ujar Said dalam rapat bersama pemerintah.

Ia juga menyoroti anggaran bansos pangan yang sudah ada sebelumnya, yakni Rp16,23 triliun untuk distribusi beras.

Menurutnya, jumlah tersebut masih belum cukup apabila tidak disertai dengan bantuan komoditas lain yang juga menjadi kebutuhan utama rumah tangga.

Merespons usulan tersebut, Febrio menegaskan bahwa pemerintah sepakat dengan tambahan bansos minyak goreng.

Ia menyebutkan, meski ada penyesuaian anggaran, tambahan ini tidak akan memberatkan APBN karena nilainya masih relatif kecil jika dibandingkan total belanja negara.

 

Baca Juga: Terungkap KPK! Keterlibatan Rudi Tanoe di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos

 

“Kita sudah hitung dan koordinasikan dengan Banggar DPR. Secara fiskal, tambahan minyak goreng ini manageable. Bantuan pangan yang sudah dijadwalkan tetap jalan, ditambah minyak goreng agar lebih bermanfaat,” jelasnya.

Pemerintah berharap paket bansos pangan yang lebih lengkap ini dapat meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah, terutama di tengah tekanan ekonomi.

Dengan adanya beras dan minyak goreng, keluarga penerima diharapkan bisa memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari tanpa harus terlalu terbebani oleh kenaikan harga di pasar.

Baik pemerintah maupun DPR berkomitmen untuk terus mengevaluasi pelaksanaan bansos ini. Fokus utama adalah memastikan penyaluran tepat sasaran, tepat waktu, serta benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. 

Tri Yulia Setyoningrum/Devi

 

Editor : Imron Arlado
#kemensos #Beras 10 Kg #inflasi #Bansos Pangan #minyak goreng