KABUPATEN - Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa memastikan bakal kembali rombak jabatan pejabat tinggi pratama (JPTM) di lingkungan Pemkab Mojokerto. Mutasi gelombang dua ini dilakukan sebelum akhirnya pemda membuka seleksi terbuka (selter) untuk empat jabatan lowong yang kini diisi pelaksana tugas (Plt).
Gus Barra menegaskan, penataan JPTP di tahun pertama kepemimpinannya bersama Wabup M. Rizal Oktavian memang sangat diperlukan sebagai penyegaran organisasi. Dengan amanah baru yang bakal diemban, dipastikan aka nada semangat dan terobosan baru untuk meningkatkan kinerjanya. ’’Untuk empat jabatan eselon IIB yang kosong saat ini segera kita isi, tetapi kita akan gelar mutasi gelombang dua dulu, baru setelah itu selter (seleksi terbuka),’’ ungkapnya.
Tak urung kursi jabatan yang lowong yang saat ini bisa saja berubah. Terdiri asisten bidang pemerintahan dan kesra setdakab, kepala dispusip, direktur RSUD Prof dr Soekandar, dan kepala dinas PUPR. Menurutnya, selain menunggu lampu hijau dari kementerian terkait, hasil asesmen untuk jabatan kepala disnpendukcapil juga belum diterima pemerintah daerah. Sehingga, pihaknya belum bisa memastikan kapan pelaksanaan rotasi selanjutnya. ’’Yang gelombang dua termasuk dipendukcapil belum turun, kalau asesmennya sudah, tinggal hasilnya yang belum. Kita kepingin yang gelombang dua dilantik serentak,’’ jelasnya.
Kendati ada mutasi jilid dua, pihaknya menegaskan, penataan baru menyasar jabatan setingkat eselon IIB saja. Untuk eselon III, seperti halnya camat, sekretaris, kepala bagian, bahkan kepala bidang dipastikan tidak dilakukan bersamaan. ’’Mutasi rotasi yang kedua nantinya, sarannya tetap hanya kepala OPD saja, tidak termasuk camat, kabag, dan lain sebagainya,’’ urainya.
Sebaliknya untuk penataan dan pengisian bagi eselon III ke bawah yang tengah kosong saat ini, dimungkinkan akan dibarengkan dengan mutasi gelombang berikutnya. Dalam hal ini bersamaan dengan hasil selter untuk pengisian empat jabatan kepala dinas yang kosong. Baik yang awalnya ditinggal punra tugas ataupun meninggal dunia. ’’Kelihatannya hasil selter di gelombang ketiga nanti yang bersamaan dengan eselon III dan lainnya, tetapi nanti kita lihat kondisinya,’’ tegas Gus Barra.
Sesuai data, untuk eselon III kekosongan jabatan mencapai 20 kursi. Enam di antaranya kursi camat. Meliputi, Camat Kutorejo, Trawas, Gedeg, Kemlagi, Mojoanyar, dan Mojosari. Sebelumnya, Peta kekosongan kursi jabatan kepala dinas pasca rotasi mutasi di lingkungan Pemkab Mojokerto berubah. Sembari menunggu pejabat definitif, untuk sementara waktu kursi jabatan eselon IIB tersebut masih dirangkap atau diisi Plt. Perubahan itu setelah sebelumnya, Gus Bupati merombak 16 kepala dinas tanpa mahar di lingkungan Pemkab Mojokerto, Rabu (27/8). Pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan ini bagian dari dinamika penyelenggaraan pemerintahan sebagai upaya untuk menata memperkuat. Sekaligus mempercepat terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan profesional. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi