JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pertemuan antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Istana Wapres akhir pekan lalu menuai sorotan luas dari publik.
Alih-alih meredam tensi akibat demonstrasi yang masih bergulir di beberapa kota, pertemuan tersebut justru memunculkan spekulasi liar di media sosial. Mereka menanyakan sosok para driver yang ikut dalam pertemuan tersebut.
Salah satu perwakilan driver ojekonline (Ojol) yang bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beberapa hari yang lalu diduga sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Fotonya pun disebar di sosial media dan dicocokkan dengan sejumlah kader PSI. Salah satu akun yang mengunggah cocoklogi ini adalah akun @Bara_*kb*r di sosial media X. Akun tersebut menyebutkan bahwa salah satu driver ojol yang diundang Gibran mirip dengan kader PSI yang ternyata adalah Kokok Dirgantoro.
Kabar ini segera ditanggapi oleh Kokok Dirgantoro. Melalui pernyataan terbuka, ia membantah tegas tudingan tersebut. Kokok menegaskan bahwa dirinya bukanlah pengemudi ojol dan tidak pernah diundang dalam pertemuan dengan Wakil Presiden.
Baca Juga: Dukungan dari CEO Grab untuk Keluarga Ojol yang Gugur saat Demo Ricuh
Ia bahkan meminta agar unggahan tersebut segera dihapus karena merugikan nama baik dan menimbulkan fitnah. Di tengah kegaduhan itu, berbagai perusahaan aplikator transportasi daring akhirnya buka suara.
Grab, Gojek (GoTo), Maxim, hingga inDrive menegaskan bahwa semua perwakilan pengemudi yang hadir adalah mitra resmi mereka yang aktif di aplikasi dan melayani pelanggan setiap hari.
Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy mengakui telah mendelegasikan mitranya yakni Riska dan Arief untuk bertemu dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka saat demo DPR masih berlangsung di sejumlah wilayah di Indonesia.
"Akhir pekan lalu, Grab bersama aplikator lain diundang oleh Kantor Wakil Presiden Republik Indonesia untuk menghadirkan perwakilan Mitra Pengemudi dalam dialog bersama pemerintah," kata Tirza dalam keterangan resmi.
"Kami menyadari bahwa perhatian publik terhadap pertemuan ini sangat besar, dan tidak sedikit yang mempertanyakan apakah para Mitra Pengemudi yang hadir benar-benar mewakili komunitas ojol. Grab ingin menjawab dengan tegas bahwa peserta yang hadir mewakili Grab adalah Mitra resmi Grab, tercatat aktif di aplikasi, melayani pelanggan setiap hari, dan memiliki keterlibatan nyata dalam komunitasnya," tambahnya.
Baca Juga: Duka di Jalan Proklamasi: Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Gelombang Protes Membara
Menurutnya, undangan tersebut sangat penting di tengah demo kisruh beberapa waktu terakhir di Jakarta. Senada, Direktur Public Affairs & Communications GoTo, Ade Mulya, menegaskan bahwa perwakilan dari Gojek adalah Mohamad Rahman Tohir atau akrab disapa “Cang Rahman”.
Ia sudah menjadi mitra sejak 2015 dan hingga kini masih aktif mengemudi. Dalam pertemuan itu, Rahman menyampaikan aspirasi nyata dari komunitas ojol, mulai dari solidaritas bagi rekan yang meninggal dunia, permohonan dukungan untuk keluarga korban, hingga harapan terciptanya kondisi yang aman dan damai.
Dialog antara Wapres Gibran dan delapan driver ojol ini digelar di Istana Wakil Presiden pada Minggu (31/8/2025). Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai sembari jamuan makan siang.
Salah satu topik yang cukup dominan dibahas adalah tragedi yang menimpa Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang tewas dalam aksi demonstrasi di Pejompongan, Jakarta Pusat.
Kisruh soal tudingan adanya “driver palsu” dalam pertemuan Wapres Gibran akhirnya terbantahkan. Klarifikasi dari Kokok Dirgantoro menegaskan bahwa ia bukan bagian dari forum tersebut.
Baca Juga: Tragedi Ojol Tewas Dilindas Rantis, Ferry Irwandi Serang Sahroni Soal Pernyataan Kontroversial
Sementara itu, perusahaan aplikator memastikan bahwa semua perwakilan yang hadir benar-benar mitra aktif dan resmi.
Tri Yulia Setyoningrum
Editor : Imron Arlado