KOTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mengucurkan anggaran sekitar Rp 8,6 miliar untuk pembangunan tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Mojokerto. Pembangunan unit baru tersebut bakal digulirkan tahun ini untuk menyuplai program makan bergizi gratis (MBG).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengatakan, pembangunan tiga dapur SPPG sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat. Proyek fisik tersebut didanai melalui BGN. ”Berdasarkan RUP (rencana umum pengadaan) totalnya Rp 8,6 miliar untuk tiga titik,” ungkapnya, kemarin.
Tiga titik dapur SPPG sedianya akan dibangun di lahan aset milik Pemkot Mojokerto. Antara lain, bakal dibangun di Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari. Sedangkan dua titik lainnya tersebar di Kelurahan/Kecamatan Kranggan, dan Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon. ”Semuanya sudah disurvei oleh konsultan perencana dari BGN,” tandasnya. Setelah peninjauan lapangan, selanjutnya akan digulirkan persiapan pembangunan dapur SPPG.
Ruby menyatakan, masing-masing unit akan mendapat alokasi anggaran kurang lebih Rp 2,8 miliar untuk pekerjaan fisik. Selain konstruksi, sedianya BGN juga akan menyiapkan sarana prasarana penunjang. Baik berupa perlengkapan dapur hingga wadah makanan berbahan stainless steel. ”Semuanya akan dipenuhi BGN,” imbuhnya.
Pembangunan tiga unit SPPG tersebut ditargetkan untuk memperluas jangkauan sasaran program MBG. Masing-masing dapur umum diestimasikan memiliki kapasitas produksi berkisar 3.500 hingga 4.000 porsi. Sementara ini, program prioritas nasional tersebut baru mencakup sasaran di wilayah Kecamatan Magersari. Karena baru terdapat satu unit SPPG di Kelurahan Wates yang menyuplai sekitar 3.247 siswa dari 9 lembaga pendidikan. Mulai jenjang PAUD hingga SMA/SMK sederajat. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi