Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemkab Mojokerto Bakal Kembali Gelar Operasi Pasar

Khudori Aliandu • Kamis, 7 Agustus 2025 | 15:20 WIB

STABILISASI HARGA: Bupati Muhammad Albarraa saat memantau langsung operasi pasar dan gerakan pangan murah sebagai intervensi harga kebutuhan pokok beberapa waktu lalu.
STABILISASI HARGA: Bupati Muhammad Albarraa saat memantau langsung operasi pasar dan gerakan pangan murah sebagai intervensi harga kebutuhan pokok beberapa waktu lalu.
 

Disperindag Siapkan Bahan Pokok dengan Harga Murah

 KABUPATEN – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Mojokerto kembali berancang-ancang untuk menggelar operasi pasar di tingkat kecamatan. Bahkan, akan menggandeng satgas pangan kepolisian sebagai upaya gerak cepat intervensi harga kebutuhan pokok di pasaran yang kian melambung. Utamanya pada komoditas beras yang belakangan masih dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).

 Plt Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah mengatakan, pemda sudah memonitoring setiap pergerakan harga kebutuhan pokok di pasaran. Termasuk sejumlah komoditas mana saja yang trennya mengalami kenaikan dan penurunan harga. ’’Sesuai pantauan harga aplikasi Sinergi Smart yang terintegrasi melalui whatsapp, memang ada beberapa komoditas yang trennya masih tinggi. Misalnya, beras. Sementara untuk cabai rawit trennya turun,’’ ungkapnya, kemarin (6/8).

 Dengan tren harga yang masih tinggi, terang Iwan, bukan berarti TPID tidak mengambil langkah. Belakangan, lanjut dia, berbagai intervesi sudah dilakukan organisasi pemerintah daerah (OPD) terkait. Salah satunya melalui gerakan pangan murah yang sebelumnya digelar di desa-desa. Termasuk penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP) oleh Bulog juga disalurkan. ’’Dan sebagai penebalan, beberapa hari ke depan kita akan jadwalkan untuk operasi pasar,’’ tegasnya.

 Operasi pasar yang segera digeber di beberapa lokasi ini bertujuan untuk stabilisasi harga komoditas bahan kebutuhan pokok. Iwan menyatakan, disperindag bakal melibatkan satgas pangan yang di dalamnya ada unsur kepolisian. Dengan harapan penjualan kebutuhan pokok dengan harga murah tersebut nantinya tepat sasaran dan turut diawasi.

 ’’Selain di kantor kecamatan dan pasar rakyat, seperti sebelumnya, kami juga menggelar operasi pasar di kantor-kantor polsek. Harga komoditas yang dijual otomatis lebih murah dibandingkan dengan di pasar pada umumnya,’’ paparnya. Selain komoditas beras, dalam operasi pasar ini nantinya juga tersedia gula, minyak goreng, telur, bawang putih, bawang merah, cabai rawit. ’’Termasuk daging ayam juga kita sediakan dengan harga lebih murah dari pasaran,’’ tuturnya.

 Sebelumnya, sesuai pantauan aplikasi Sinergi Smart tren kenaikan harga beras di sejumlah pasar hingga kini masih terjadi. Di berbagai pasar yang dikelola pemkab dan pemerintah desa tertinggi masih dijual  Rp 15 ribu per kilogram (Kg). Mahalnya harga beras jenis IR 64 medium ini terjadi di Pasar Pacet. 

Disusul Pasar Dlanggu Rp 14.500 per kg, serta Pasar Kedungmaling, Kutorejo dan Pohjejer masing-masing Rp 14 ribu per kg. Sedangkan di Pasar Kesiman, Gempolkerep, Pandanarum, Kemlagi, Perning, dan Sedati, harga jualnya Rp 13.500 hingga 13.000 per kg. (ori/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#bupati mojokerto #kabupaten mojokerto #Pemkab Mojokerto #operasi pasar (OP) #gus barraa #Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)