Kembali Gulirkan Sembilan Proyek Jalan dan Jembatan
KABUPATEN – Pemkab Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kabupaten Mojokerto kembali menggulirkan sembilan proyek jalan raya dan jembatan. Dengan begitu, seluruh paket pekerjaan fisik sudah digeber sebagai percepatan pembangunan daerah.
Teken kontrak tahap terakhir pada bidang bina marga ini didampingi aparat penegak hukum (APH) dari unsur kejaksaan negeri (kejari) dan kepolisian. Di hadapan penegak hukum, belasan kontraktor, konsultan, pejabat pembuat komitmen (PPK), pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), dan staf bidang bina marga, menyatakan komitmen mereka dalam menjaga mutu, tepat waktu, dan tepat biaya selama pengerjaan proyek jalan dan jembatan di bumi Majapahit.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, seiring digulirkannya sembilan proyek ini, dengan demikian total ada 29 paket pekerjaan fisik di bidang bina marga yang kini dikerjakan. Penandatanganan atau memorandum of understanding (MoU) kontrak ini sebagai perikatan antara dua pihak yang memiliki konsekuensi hukum. Sehingga harus dipatuhi dan dijalankan. ’’Akses yang mulus dan lebar ini menjadi kebutuhan dan sangat diharapkan masyarakat Kabupaten Mojokerto. Sehingga kualitas pengerjaannya wajib menjadi perhatian utama. Harus tepat mutu, tepat biaya, dan tepat sasaran, termasuk tepat waktu,’’ ungkapnya.
Dalam setiap pekerjaan harus dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan dinas PUPR sebagai panduan. Menurut Rinaldi, penandatanganan kontrak ini menjadi tahap akhir dari 29 paket proyek yang ada di bidang bina marga. ’’Setelah kontrak, kita langsung action pengerjaan di lapangan. Prinsipnya, semua pekerjaan infrastruktur fisik pada APBD ini harus selesai sebelum tutup tahun anggaran,’’ tandasnya.
Karenanya Pemkab Mojokerto menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat seiring adanya pengalihan arus lalu lintas akibat ada penutupan total pada pengerjaan jembatan. Di antaranya di jembatan Lebaksono, Kecamatan Pungging. Proyek senilai Rp 9,6 miliar ini dimenangkan CV Allanta Raya dengan waktu pelaksanaan 180 hari. Pengerjaannya dimulai 1 Juli sampai 27 Desember. Dengan anggaran sebesar itu, pemda menargetkan mampu mengerjakan dengan volume lebar 7 meter dan panjang 60 meter.
Demikian juga dengan jembatan Jurang Tiga Purwojati, Kecamatan Ngoro, nilai kontraknya sebesar Rp 2,5 miliar dan dimenangkan CV Kinrara. ’’Jembatan ini sudah sebulan lebih ditutup karena memang kondisinya mengkhawatirkan. Ditargetkan pelaksanaannya tuntas selama 180 hari sebagaimana tertuang dalam kontrak,’’ tegasnya.
Kemudian ada proyek jembatan Suwiden di Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan, dengan nilai anggaran Rp 1,1 miliar dimenangkan CV Allanta Raya, serta jembatan Sumberjati, Kecamatan Jatirejo, senilai Rp 990 juta dikerjakan PT Karya Sejati Utama. Di empat lokasi pengerjaan jembatan ini juga ditutup total karena tidak memungkinan dibangun jembatan darurat. Rinaldi mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Satlantas Polres Mojokerto untuk pengalihan arus lalu lintas. ’’Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan, kami juga mengimbau pengguna jalan agar bisa memakai jalur alternatif yang sudah tersedia, terima kasih atas dukungannya,’’ tegasnya.
Selain jembatan, lanjut Rinaldi, juga ada perbaikan sejumlah ruas jalan. Meliputi, pelebaran jalan menuju standar ruas Pacet-Trawas di Desa Cembor, dengan nilai anggaran sebesar Rp 2,9 miliar dimenangkan CV Prekas Jaya. Lalu pemeliharaan berkala di ruas jalan Kedunggede-Bakalan, Kecamatan Dlanggu, dan ruas jalan SMKN Trowulan-Beloh. Masing-masing kedua pengerjaan fisik itu dimenangkan CV Gangsar Putra Konstruksi dengan pagu Rp 2,2 miliar dan oleh CV Insan Makmur senilai Rp 1,7 miliar. ’’Target pengerjaan ini lebih cepat, hanya lima bulan. Ada juga yang hanya empat bulan,’’ tuturnya.
Berikutnya terdapat pokok-pokok pikiran DPRD untuk rehabilitasi ruas jalan Pekukuhan-Ngoro sebesar Rp 138 juta. Dia manargetkan pengerjaan hanya berlangsung selama dua bulan. ’’Prinsipnya, pengawasan melekat kita lakukan bersama APH. Kita optimistis semua pekerjaan harus tuntas. Kita menghindari jangan sampai ada pekerjaan yang tidak selesai, sesudah tahun anggaran selesai,’’ pungkas Rinaldi. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi