Gedung Bale Wilwatikta di Kedundung Terancam Mangkrak
KOTA - Gedung Bale Wilwatikta di Jalan Randu Gede, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, terancam mangkrak. Tempat yang bakal dijadikan pujasera dibangun dengan anggaran Rp 4,4 miliar itu tak kunjung dibuka, meski sudah tuntas dikerjakan akhir tahun lalu.
Hingga kemarin (16/7), bangunan yang berada dalam satu kompleks dengan kolam retensi Waduk Wilwatikta itu masih tertutup rapat. Akses masuknya dipalang dengan seng. Sedangkan di dalamnya tidak ada akivitas apa pun. ”Setiap hari ya kosong begini,” kata Ibnu, pemancing di kolam retensi.
Mirisnya, meski belum difungsikan, sejumlah bagian bangunan sudah mengalami kerusakan. Seperti fondasi yang retak dan paving yang hilang bulan lalu. Namun, belakangan kerusakan itu telah diperbaiki.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menangah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto Ani Wijaya tak menjawab saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto perihal rencana pengoperasian Bale Wilwatikta tersebut. Hingga kemarin (16/7), pesan yang dikirim ke nomor WhatsApp-nya hanya menunjukkan tanda dibaca.
Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Muraji menyatakan, jika bangunan ini bakal digunakan sebagai pujasera. Food court tersebut nantinya akan dikelola diskopukmperindag. ”Untuk kesiapan operasional, diskopukmperindag bersama PUPR akan mendata ulang fasilitas apa saya yang harus dilengkapi,” tuturnya pertengahan Mei lalu.
Untuk diketahui, proyek Bale Wilwatikta digarap CV Tiga Bersaudara dengan nilai kontrak Rp 4,4 miliar bersumber dari APBD Kota Mojokerto, pada Mei 2024. Salah satu proyek strategis pemkot tersebut tuntas pada Desember 2024. Adapun kolam retensi yang sedianya jadi pengendali banjir sudah lebih dulu dibangun pada 2023 dengan menelan anggaran Rp 5,1 miliar.
Suramnya nasib Bale Wilwatikta berpotensi menambah daftar panjang proyek mangkrak di Kota Mojokerto. Nasibnya terancam seperti Rest Area Gunung Gedangan, Pasar Ketidur, Pasar Prapanca, dan kompleks Taman Bahari Mojopahit (TBM). Berbagai proyek yang menelan anggaran fantastis itu kini nasibnya tragis, karena alasan sepi pengunjung hingga jadi ladang dugaan korupsi. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi